Cakrawala News
Portal Berita Online

Tren Belanja Online dari Instagram

0 149

KABUPATEN BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO – Salah satu media sosial yang paling populer di Indonesia untuk generasi Z yang berusia antara 18-25 tahun saat ini yaitu Instagram. Instagram memiliki kelebihan dari engagement yang relatif tinggi serta profil pengguna yang lebih muda dan relatif memiliki potensi yang jauh lebih besar. Ditambah lagi Instagram sekarang sudah menjadi bagian dari Facebook

Menurut data yang dirilis Napoleon Cat pada periode Januari – Mei 2020 pengguna Instagram di Indonesia mencapai 69 juta lebih pengguna. Pencapaian itu merupakan peningkatan dari bulan ke bulan atas penggunaan platform berbagi foto ini.

Menurut analisa pengguna Instagram sebanyak 36,1 persen berusia 18-24 tahun dan 33,2 persen berusia 25-34 tahun. Sedangkan untuk jenis kelamin wanita yang menempati posisi paling tinggi 51 persen berdasarkan usia juga wanita yang tinggi.

Mengapa lebih banyak wanita yang menggunakan Instagram? Bowo Suhardjo, seorang konsultan bisnis mengatakan Instagram lebih disukai wanita karena menjadi ruang obrolan. Sebab pada dasarnya wanita memang suka mengobrol membicarakan hal kecil sampai hal besar.

“Instagram juga dijadikan tempat wanita untuk memantau atau stalking atas beberapa hal yang membuat mereka penasaran. Tapi mereka juga peduli meski terlihat lemah nyatanya wanita merupakan makhluk yang peduli antarsesama. Mereka tak sungkan untuk menggalang suatu kebaikan untuk tujuan tertentu melalui platform ini,” jelasnya di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/7/2021)

Tidak dipungkiri jika perempuan suka mengeksplorasi diri melalui selfie maupun swafoto yang kemudian diunggah ke Instagram. Sebagai bagian dari sisi emosional, wanita tentu membutuhkan perhatian dan semua mereka tumpahkan di media sosial Instagram. Instagram juga menjadi tempat yang baik untuk berbelanja karena banyak online shop yang membuat Instagram dengan konten-konten jualan mereka serta foto yang disebut ‘Instagramble’.

Instagram merupakan tempat untuk berpromosi yang paling efektif, bahkan dari mereka memiliki banyak followers dengan penjualan yang sangat fantastik. Beberapa akun ini terus menjaga eksistensi di Instagram dengan membuat konten yang sangat menarik dengan para follower bahkan para pemilik dari online shop itu juga ikut terkenal karena produk mereka.

Ada @juslangsing follower 485 ribu saat mayoritas toko online di Instagram menjual baju, toko online ini fokus menggarap pasar obat-obatan herbal meski tetap menyasar kaum hawa. Dimulai dari tahun 2016 di Serpong, mereka juga dapat ditemui Facebook dengan nama JoyJus yang tidak kalah fantastis dengan jumlah like 500 ribu. Angka yang sangat besar untuk sebuah produk online shop yang pesaingnya cukup banyak.

Devilknitwear 875 ribu berada di Jakarta toko online yang menjual pakaian khusus wanita. Memanfaatkan gratis ongkir dari Shopee, toko online ini tidak memiliki media pemasaran lain selain Instagram dan Shopee. Hal ini cukup disayangkan untuk sebuah bisnis online sebesar ini.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/7/2021) siang juga menghadirkan pembicara Rendi Saiful Ajid (RTIK Indonesia), Ahmad Rofahan (RTIK Kabupaten Cirebon), Muhammad Miftahul Nadzir (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dan Shinta Noza sebagai Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.