Cakrawala News
Portal Berita Online

Transaksi Cashless Diklaim Cegah Sebaran Corona

0 36

CILACAP. JATENG. CAKRAWALA.CO – Pembayaran nontunai diklaim dapat menjadi cara pencegahan menyebaranya virus covid-19.  Uang cash yang selalu berpindah tangan, kadang dalam kondisi kotor, rusak, dan dimungkinkan terdapat virus dapat menjadi alat penularan virus Corona itu.

Kepala Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Samsun Hadi mengungkap hal itu pada sosialisasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) pada car free day di Alun-alun Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (15/03/20).

“Yang jelas kita nggak pegang duit lagi. Duit kan kadang kotor, rusak, ada virus, dan segalam macam. Dengan QRIS ini kita nggak pegang uang, jadi aman,” ujar Samsun.

QRIS sendiri menurut Samsun, adalah metode transaksi pembayaran dengan menggunakan scan kode QR yang sudah distandarisasi Bank Indonesia, sehingga seluruh pengguna aplikasi yang menyediakan pembayaran QR dapat bertransaksi dimanapun. Ia menambahkan, ini adalah salah satu opsi alternatif pembayaran yang sedang tren saat ini. Perkembangan digital dan tekhnologi, memudahkan orang bertransaksi dengan menggunakan handphone.

“Masyarakat kini tak perlu lagi dompet yang tebal, dan tidak takut lagi menjadi sasaran perdaran uang palsu. Sehingga keamanan juga lebih terjamin,” ucap Samsun.

Tidak hanya transaksi jual beli saja, QRIS juga telah menggandeng tempat-tempat ibadah serta penyedia jasa lainnya, sehingga dapat memudahkah masayarakat ketika ingin beramal. Sebab, bisa dilakukan dimana saja, serta aman. Karena akan langsung masuk rekening pengelola tempat ibadah tersebut.

“Tinggal scan, terus QRIS, bayar, masuk rekening penjual ataupun tempat ibadah. Bisa dipantau secara harian laporannya, transaki yang masuk berapa saja,” ujar Samsun.

Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan oleh petugas kepada warga yang akan masuk area CFD di Alun-alun Kota Cilacap, Minggu (15/03/20). (FotoK Bayu Noer/ cakrawala.co)

 

Di wilayah kerja BI Purwokerto, saat ini sudah ada lebih dari 20 ribu pengguna QRIS, pihaknya akan terus mendorong dari sisi penjual ataupun masyarakat pengguna dengan dikenalkan program tersebut.

“Sebenarnya masyarakat sudah familiar dengan metode cashless. Karena sudah mengenal sistim aplikasi pembayaran,” ucap Samsun.

QRIS memiliki target utama anak-anak milenial, dan diharapkan dapat memengaruhi tempat-tempat lain juga. Ke depan, itu akan menjadi tren ini, karena sistim pembayaran terus berevolusi semakin canggih. Contohnya, ujar Samsun, dulu ada uang eletronik dengan kartu, lalu ada kartu debet, dan kartu kredit.

“Kita bayar pakai itu kelihatan keren, dan ini adalah tren. Handphone ada dimana saja, dan dengan handphone lebih aman. pastinya bisa mengurangi risiko penularan virus covid-19,” kata Samsun.

Sementara, terkait event car free day yang masih tetap digelar di Alun-alun Kota Cilacap, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menjelaskan, acara-acara yang mendatangkan massa banyak memang saat ini dibatasi, untuk mencegah persebaran virus Corona. Seperti halnya pertandingan klup kebanggan Cilacap, PSCS yang bertanding tanpa penonton.

Petugas memberikan handsanitizer kepada warga yang akan memasuki area car free day di Alun-alun Kota Cilacap, Minggu (15/03/20). (foto: Bayu Noer/ cakrawala.co)

 

Namun di car free day kali ini, masyarakat yang datang dan masuk area otomatis diberi handsanitizer dan diperiksa suhu tubuhnya oleh sejumlah petugas. Pada kesempatan ini, warga juga diberi sosialisasi tata cara cuci tangan yang baik dan benar oleh petugas dinas kesehatan.

“Ini juga menjadi ajang sosialisasi pecegahan covid-19. Kami akan evaluasi juga, cfd sementara juga akan ada penundaan, tapi tidak dibubarkan,” kata Tatto. (Bayu Noer/ cakrawala.co)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: