Cakrawala News
Portal Berita Online

Tram Baterai PT INKA (Persero), Moda Transportasi Masa Depan Ramah Lingkungan

0 540

MADIUN, CAKRAWALA.CO – PT INKA (Persero) melakukan uji prototipe pertama tram baterai, di jalur kereta api utama milik PT KAI, dengan rute perjalanan pergi-pulang (PP) Stasiun Besar Madiun ke Stasiun Babadan, Selasa 10 November 2020.

Sesuai dengan namanya, Tram Baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi satu-satunya di dalam kereta. Trem ini berkapasitas penumpang 75 orang, dan terdiri dari dua gerbong yang dilengkapi dengan tempat duduk bagi penumpang di sisi kiri dan kanan, serta fasilitas pegangan tangan di bagian atas yang diperuntukkan bagi penumpang tram yang berdiri.

Direktur Utama PT INKA , Budi Noviantoro mengatakan, Pengujian ini dilakukan selama dua hari berturut-turut, yakni hari Senin dan Selasa, tanggal 9 dan 10 November 2020. Uji transformasi tram baterai ini sebelumnya telah beberapa kali dilakukan di internal PT INKA (Persero) sebelum dilakukan produksi secara massal.

ads bukopin

“Ini sebetulnya baru pertama kali dilakukan di lintas raya jalur kereta api utama PT KAI. Tapi sebelumnya, sudah beberapa kali kita uji coba di internal PT INKA, untuk uji sistem. Karena ini kan berbeda dengan bus, yang keluar langsung bisa tancap gas. Tram baterai ini ada aturannya,” kata Budi.

Budi menambahkan, kedepan tram berkapasitas baterai 30 kWh dan berkecepatan maksimum 30 km/jam ini bakal menjadi angkutan umum favorit. Karena, selain ramah lingkungan dan nyaman, harga jualnya juga murah. Tram ini dinilai Budi cocok untuk sarana transportasi perkotaan masa depan yang efisien, terutama di daerah yang tidak terdapat jalur catenary atau listrik aliran atas.

Diperlukan waktu sedikitnya tiga sampai empat jam pengisian daya baterai sampai penuh, untuk jarak tempuh 25 kilo meter sekali charging. Energi baterai tersebut selain untuk menggerakkan kereta, juga sekaligus untuk menyalakan AC, kompresor dan lampu penerangan.

“Tram bertenaga baterai ini laju keretanya lebih halus dan tidak berisik dibandingkan dengan kereta berlokomotif, sehingga lebih nyaman,” imbuh Budi.

Berdasar pada pengalaman pengembangan prototipe Tram Baterai, kedepan INKA bakal mengembangkan produk series Tram Baterai dengan meningkatkan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan operasionalnya. Menurutnya, moda transportasi ramah lingkungan akan sangat dibutuhkan.

Untuk itu pihaknya bakal terus melakukan pengembangan dan perbaikan tram baterai ini. Ditargetkan tram baterai ini bisa mencapai kecepatan 60 km/jam dengan jarak tempuh 100 km sekali pengisian baterai.

“Ini kan tidak ada yang beli baru, semua kita bangun dari nol dengan bahan “gresek-gresek” (mencari-cari) yang ada. Tapi kedepan, kita ganti semua, seperti baterai harus bagus, motor kita ganti dan kita buat semenarik mungkin,” pungkas Budi.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.