Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Tradisi Baru Warga Klaten, Setiap Pasangan Pengantin Wajib Tebar Ikan di Sungai

0 104

KLATEN CAKRAWALA.CO ,- Sepasang pengantin yang baru saja melakukan ijab qabul mengikat janji suci dalam sebuah perkawinan ini, sepertinya masih harus memenuhi satu persyaratan lainnya meski telah sah secara ketentuan dan aturan yang ada.

Adalah Mahir Widagdo (26) dengan  Emi Purnaningsiwi (24) sepasang kekasih yang telah resmi menghadap penghulu dan tengah berbahagia karena selesai mengucap ijab qobul.

Keduanya  tersenyum lega dengan diikuti belasan anggota keluarga, kerabat dan teman dekatnya segera bergegas berjalan kaki menuju Kali Lunyu di Desa Sidorejo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Letak Kali tersebut memang  tidak jauh dari rumah kedua mempelai tersebut.

Salah satu tradisi baru yang harus dilakukan setiap pengantin baru didaerah tersebut adalah melepas atau menanam bibit ikan dikali tersebut.

Demikan juga dengan apa yang dilakukan pasangan Mahir dan Emi, setelah keduanya menuruni talud sungai yang berbatas tembok pemukiman, sepasang pengantin baru ini segera menebarkan ribuan benih ikan lele dan nila dalam lima kantong plastik besar kedalam sungai.

Pengadaan benih ikan tersebut bagi kedua mempelai harus merogoh kocek hingga senilai Rp 1 juta rupiah dan sepenuhnya harus didanai oleh kedua pengantin tersebut.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas pernikahan,  benih-benih ikan yang ditebar disungai tersebut juga bisa menjadi sejarah bagi hidup mereka.

“Mudah-mudahan bisa berkembang biak dan berguna bagi banyak orang,”Kata Emi mempelai perempuan usai menebarkan benih ikan tersebut.

Mahir dan Emi ternyata merupakan pasangan pengantin kedelapan di Kampung tersebut yang menebarkan benih ikan ke sungai selepas  melangsungkan ijab qabul pernikahan mereka.

Tradisi tersebut berlaku bagi warga setenpat sebagai salah satu cara memelihara ekosistem sungai yang mengalir didekitar perkampungan mereka.

Warga setempat menyepakati dan mewajibkan bagi pasangan pengantin yang baru menikah untuk selalu   menebar benih ikan di kali Lunyu dengan tujuan untuk menjaga dan memelihara ekosistem sungai.

Jumadi Ketua RT 03 Kampung Sidorejo mengakui jika  ide spontan dari warga untuk menanamkan rasa peduli pada lingkungan tersebut telah berlangsung dalam satu tahun terakhir.

“Kami hidup bertetangga dengan sungai Lunyu ini sehingga mau tidak mau harus belajar menjaganya selain menerima manfaatnya,”Ujarnya.

Menurut Jumadi ide warga yang berlaku bagi pasangan pengantin dengan menebarkan benih ikan ke sungai itu muncul setelah warga Sidorejo membentuk Komunitas Sekolah Sungai pada November 2016 lalu.

“Sejak keberadaan sekolah sungai tersebut  hampir setiap minggu warga gotong royong membersihkan sungai lunyu,”ucapnya.

Sungai lunyu sendiri merupakan salah satu dari enam aliran sungai besar di Klaten yang kondisinya sudah sangat kritis, selain terjadi pendangkalan akibat sedimentasi, sungai tersebut juga kotor dan tercemar oleh limbah rumah tangga sehingga hampir tidak ada lagi ikan yang bisa bertahan hidup di sungai tersebut.

“Namun belakangan sungai itu mulai terlihat kembali bersih berkat kesiapan semua warga merawatnya, namun  tidak ada ikannya karena sebelumnya mati tercemari limbah. Lalu munculah ide untuk menebarkan ikan di sana,”Papar Jumadi.

Tidak hanya menciptakan tradisi menebar benih ikan kata Jumadi, warga masyarakat setempat juga melarang setiap warga membuang sampah dan limbah ke sungai.”para pencari ikan juga dilarang menangkap ikan dengan setrum dan racun,”Pungkasnya.***Agung Bramantya

Leave A Reply

Your email address will not be published.