Cakrawala News
Portal Berita Online

Tolak Kenaikan Harga BBM, Ratusan Mahasiswa HMI Unjuk Rasa di Depan Balai Kota Solo

0 51

 

Solo Cakrawala.Co,-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Soloraya menggelar  aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Para Mahasiswa Sengaja menggelar aksi di depan Balai Kota Solo, Rabu (31/8/2022) sore. Sekalian menagih Janji Mas Wali.

 

 

Dengan membentangkan sejumlah poster hingga spanduk bertuliskan ‘#GRUDUKANAKPresiden, BBM Naik Rakyat Tercekik,Inflasi semakin nyata dan lainya, Para Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Solo Raya berorasi siih berganti menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Mereka sengaja menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Solo agar aspirasi mereka didengar Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo.

Ada tiga tuntutan yang mereka tuliskan. Pertama, menolak kenaikan harga BBM. Kedua, mencabut kebijakan tarif dasar listrik. Ketiga, mendesak pemerintah untuk memberantas mafia migas.

 

Ketua Umum HMI cabang Sukoharjo, Fierdha Abdullah Ali, mengatakan pihaknya sengaja berunjuk rasa di Balai Kota Solo sebagai simbol tempat yang pernah dipimpin Jokowi dan kini berlanjut kepada Gibran. “Kenapa di sini karena kami ingin mengantar aspirasi langsung ke anak Jokowi. Solo mendapat privilege bahwa anak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia sudah menjadi wali kota.

 

Kami melakukan aksi di sini simbolik di depan pelataran kantor yang didiami Jokowi, sekarang didiami anaknya,” katanya usai aksi unjuk rasa, Rabu (31/8/2022). Menurutnya Jokowi telah mengkhianati rakyat jika menaikkan harga BBM. Sebab ketika harga BBM naik, maka harga-harga lainnya akan ikut naik.

 

“Ketika Jokowi menaikkan harga BBM Jokowi sudah mengkhianati amanat rakyatnya terutama rakyat kota Solo saya tegaskan bapak Presiden Joko Widodo bahwa rakyat Solo Raya menolak naiknya harga BBM,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Solo, Wira Drana, mengatakan, sebelumnya HMI sudah berkomunikasi dengan pak Gibran,”Dari pak Gibran mengajak audiens karena menurut dia menghabiskan banyak energi,” katanya.

 

“Dan disini teman teman HMI ingin Gibran itu keluar,menemui massa.karena seperti janjinya saat di flyover dia mengatakan bahwa saat ada unjuk rasa dia akan ikut.” “dan pada hari ini kita unjuk rasa mas Gibran tidak menemui kita.” Ungkap Wira.

 

Fierdha Abdullah Ali, menambahkan, “ Kami mau menagih janji mas wali,bahwa kalau alasan itu jam kantor tidak bisa, karena melihat bahwa janjinya ketika ada demonstrasi akan ditemui dan ini masih jam demo.”katanya.

 

Maka kami menagih janji mas wali di media media di Solo terutama, bahwa mas wali mengatakan jika ada demo akan didatangi.

“Tapi tadi pagi kami mengontak,kami disuruh tidak aksi, kami garis bawahi tidak aksi. Tapi masuk beberapa orang saja tanpa mengadakan aksi, maka ini menjadi kontradiktif dengan statement mas wali sebelumnya.”ungkapnya.

 

Maka besar harapan mahasiswa hmi untuk mas wali agar menolak kenaikan harga BBM dan Kenaikan Tarif dasar listrik.Kami akan menyuarakan tuntutan terus, dan jika besok BBM nekat naik, kami akan membuat aksi lebih besar.”pungkas Fierdha.( AgB).

Leave A Reply

Your email address will not be published.