Tolak Eksploitasi Satwa, Aktivis Binatang Unjuk Rasa Tolak Pertunjukan Lumba-Lumba

SUKOHARJO CAKRAWALA.CO,-Aktivis pecinta satwa dari Jogjakarta ,Solo dan sekitarnya, yang tergabung dalam koalisi peduli satwa Indonesia.sabtu(22/6/19) sore,Menggelar aksi protes menolak eksploitasi  lumba-lumba dalam pertunjukan sirkus,yang diselenggarakan di Assalam Hypermart Sukoharjo Jawa tengah.mereka juga membagikan selebaran bahwa pertunjukan pentas lumba lumba keliling bukan sesuatu yang mendidik melainkan eksploitasi hewan.

Bertempat tapat di depan Assalam hypermart,Kartasura,Sukoharjo,Jawa Tengah. Aktifis pecinta binatang menggelar unjuk rasa menentang pertunjukan lumba lumba.dengan membentangkan spanduk dan sejumlah poster bertuliskan penolakan pertunjukan lumba lumba, mereka berorasi mengajak warga masyarakat dan pengguna jalan tidak menonton pertunjukan tersebut dan mengajak pengguna jalan ikut bergabung menyuarakan penolakan.para aktifis menilai pertunjukan lumba lumba tersebut merupakan bentuk penyiksaan terhadap binatang, bentuk ekploitasi satwa dan juga pertunjukan tidak mendidik.pasalnya lumba lumba adalah satwa yang auatic,tidak bisa hidup di diluar lautan. jika dipaksa keluar dari habitatnya mereka tidak akan bisa hidup dan mati.para aktifis juga meminta DPRD dan pemerintah kota Sukoharjo ikut mengkritisi dan bersikap tegas menolak pentas sirkus lumba lumba.

Anggelina pane, koordinator aksi dari Animal Frend Jogjakarta.menjelaskan hari ini sabtu(22/6/19) kali kedua kami datang ke assalam hypermart,untuk menentang sirkus lumba lumba, dan aneka satwa yang dipentaskan.pihaknya juga sangat menyayangkan pemilik tempat mengijinkan,pentas yang sangat kejam dan suatu pembodohan bagi masyarakat.meski ada ijin dari kementrian kehutanan namun pada intinya kami menolak pentas eksploistasi satwa ini karena kekejaman yang sangat terhadap lumba lumba dan satwa lain.dan ini jelas jelas bukan edukasi yang baik.Sebenarnya dari peraturan pemerintah sendiri sudah disebutkan,bahwa lembaga konservasi yakni lembaga WSI sudah mengatur semua satwanya dengan hormat dan prinsip kehati hatian,tetapi itu dilanggar,”jelasnya.

Dan ada pedoman etika kesejahteraan satwa,untuk lembaga konservasi dan itu juga dilanggar dan itu yang menjadi pertanyaan, kenapa masih dilanggar,”imbuhnya.Dan hanya di negara pertama dan terakhir yakni di Indonesia ini pentas keliling lumba lumba diijinkan. Sedangkan di India sendiri lumba lumba mendapatkan hak asasi manusia, jika memperlakukan lumba lumba seperti membunuh,mempekerjakan paksa,dapat dikenai hukuman yang berat sama seperti memperlakukan manusia, kenapa di sini tidak,jelasnya menambahkan.legal ataupun ilegal ijin maupun tidak kekejaman satwa merupakan pelanggaran.Dengan aksi ini pihaknya berharap pentas lumba lumba ditutup.

tidak hanya berorasi,para aktivis juga membagikan selebaran edukasi kepada warga masyarakat.bahwa pertunjukan lumba lumba tersebut salah satu bentuk kekerasan terhadap satwa.aksi penolakan yang dilakukan puluhan aktifis ini selain mendapat penjagaan aparat kepolisian juga menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas di jalan ahmad yani pabelan kartasura…[AgB]

Facebook Comments
%d bloggers like this: