Cakrawala News
Portal Berita Online

Tokoh Gresik Sebut SPDP Kasus Manusia Menikahi Kambing Tanpa Nama Tersangka Janggal

0 1.022

Gresik, cakrawala.co – Salah seorang tokoh masyarakat Gresik, Jawa Timur, Dr. Muchammad Toha menilai Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus manusia menikahi kambing dari penyidik Polres Gresik yang dikirim ke Kejaksaan Negeri setempat janggal, karena tidak disertakan nama tersangka.

“Kesannya bias. Masak SPDP tidak disertakan namanya. Meski tidak wajib, karena kasus ini menjadi atensi publik biar tidak gaduh dan menjadi spekulasi liar mestinya tidak akan ada yang salah jika nama tersangka dimunculkan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (22/6/2022).

Tokoh yang juga sejarawan ini mendesak penyidik tetap profesional menangani kasus tersebut dan tidak terpengaruh jika ada intervensi dari partai politik.

“Penyidik harus profesional. Penegak hukum harus tunjukkan bahwa hukum jadi panglima di negeri ini, bukan hukum dipolitisasi. Kami hanya mengingatkan saja,” tegasnya.

Kasus yang difatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik sebagai penistaan agama itu diduga melibatkan dua anggota DPRD dari partai yang sama.

“Kasus ini diduga melibatkan dua anggota DPRD Gresik dari partai yang sama. Kemungkinan ada intervensi kepada penyidik sangat besar, sehingga penangananya lamban,” ungkapnya.

Sebagai tokoh asli Gresik ia mengaku prihatin dengan kejadian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku membuat acara tersebut hanya dianggap konten. Yang ia sesalkan lagi, ada keterlibatan anggota DPR.

“Sangat memperihatinkan sekali. Karena Gresik disebut dan melekat sebagai Kota Santri. Sangat menodai sekali. Saya selalu memantau perkembangan kasus ini lewat berita kawan kawan di Gresik. Wartawan harus kawal kasus ini sampai tuntas. Sebab MUI kewenangannya sebatas fatwa. Dan itu sudah dilakukan. Harapan kita di penyidik Polres Gresik, agar tetap menjakankan fungsinya sesuai prosedur,” tandasnya.

Diketahui, kasus dugaan penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing berlangsung di ‘pesanggrahan’ milik Nur Hudi Didin Arianto anggota DPRD Gresik yang juga dihadiri Muhammad Nasir Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik diduga rawan intervensi partai politik. Apalagi, sejauh ini belum ada nama tersangka.
(Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.