Cakrawala News
Portal Berita Online

Tips Rawat Rekam Jejak Digital

0 312

KABUPATEN CIREBON JABAR CAKRAWALA.CO – Rekam jejak digital adalah sesuatu yang kita tinggalkan di dunia digital. Benito sebagai key opinion leader menjelaskan rekam jejak digital ini bisa menjadi positif atau negatif bergantung pada penggunanya.

Jejak digital yang negatif bisa berpengaruh fatal karena mampu merusak reputasi. Menurutnya, jejak digital ini bisa dikatakan semi abadi. Jejak digital ini terbagi atas jejak aktif dan pasif. Jejak digital aktif ditinggalkan secara sengaja. Misalnya postingan video, foto, dan lainnya di media sosial. Sementara itu, jejak pasif biasanya tanpa sadar kita tinggalkan saat mengakses situs atau men-download sebuah aplikasi.

Dua-duanya sering sekali ada masalah. Misalnya beberapa bulan terakhir ada perusahaan yang bocor data-datanya kemudian dijual di forum underground. Seseorang juga mendapatkan cyberbullying karena jejak digital, ungkap Benito dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (29/11/2021).

Ia menyampaikan, rekam jejak digital mampu menyebabkan tiga bahaya, yaitu reputasi, pencurian data pribadi (phishing), dan paparan digital (digital exposure). Reputasi cukup dipengaruhi jejak digital saat ini. Apalagi di zaman pandemi di mana orang banyak beaktivitas secara digital. Dengan ini, orang turut menilai orang lain lewat postingan di media sosial.

Kedua, phishing. Di internet data kita sangat berpotensi untuk dicuri menggunakan teknik phishing. Karena itu, kita harus memperhatikan keamanan data pribadi. Ketiga, digital exposure yakni informasi kita di mesin pencarian atau internet. Sebisa mungkin perbaiki paparan digital kita agar tidak ada postingan negatif.

Fokus untuk upload konten bersifat non-privasi dalam merawat jejak digital. Jangan share konten hoaks, validasi setiap fakta dari informasi yang didapat, ungkapnya.

Kita juga boleh untuk memfokuskan diri membagikan konten hiburan, tetapi harus tetap sesuai etika. Jangan sampai konten tersebut merugikan orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (29/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Eko Prasetyo (Co-Founder Syburst Corporation), Nurrul Baety Tsani (Relawan TIK Jawa Barat), Abdul Nasir (Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon), dan Andi Astrid Kaulika (Account Manager).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.