Cakrawala News
Portal Berita Online

Tips Bebas Berekspresi Tanpa Menyakiti Orang Lain

0 150

KABUPATEN SUKABUMI JABAR CAKRAWALA.CO – Menjadi warga negara Indonesia yang demokrasi kita memang sudah terbiasa dengan bebas berekspresi. Memang sesuai dengan undang-undang kita memiliki hak untuk menyatakan pendapat mengeluarkan ide dan berkarya sesuai dengan potensi kita. Namun di atas kebebasan itu tetap kita memiliki aturan aturan tertulis maupun tidak agar kebebasan itu itu tidak dijadikan sebagai sebuah cara untuk menyakiti orang lain.

Berikut tips kebebasan berekspresi yang disampaikan oleh Diana Nafisah COO Halo Bayi pada webinar Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).

Berikan komentar sesuai konteks pembicaraan, seringkali kita berkomentar mengenai sebuah isu. Tidak ada masalah dengan ini, namun yang harus diperhatikan adalah isu apa yang sedang dibicarakan. Paling tidak kita mengetahui duduk perkara dari isu tersebut, sehingga saat berkomentar kita tidak keluar dari apa yang dibicarakan.

Hindari komentar yang menyerang pribadi seseorang, sungguh tidak pantas untuk di lihat jika kita malah berkomentar sinis terhadap pribadi orang lain.

“Kita dapat memikirkan, bagaimana kalau kita berada di posisi dia. Bagaimana jika kita yang diserang oleh seseorang di ruang digital di mana banyak orang yang melihat. Mungkin yang terjadi beberapa orang akan merasa simpati namun pasti ada orang yang terpengaruh dengan ucapan itu,” jelasnya.

Saat berkomentar gunakan bahasa yang sopan tanda baca yang tepat dan perhatikan juga huruf kapital. sebab huruf kapital dapat menafsirkan arti yang beda seolah-olah kita sedang marah begitu juga dengan tanda baca. Tanda baca juga penting agar apa yang kita sampaikan semakin dimengerti oleh siapapun yang membaca.

Hargai pendapat orang lain. Terlebih jika pendapat yang berbeda dengan pendapat kita. Biarkan orang lain untuk berargumen dahulu lalu nanti kita juga kita ada waktu untuk juga mengungkapkan pendapat kita.

“Jika ingin menyanggah atau mengoreksi pendapat orang lain, sebaiknya kita punya data untuk menguatkan apa yang kita ucapkan. Sampaikan dengan kata yang yang juga sopan,” tuturnya.

Apapun yang akan kita katakan pujian, kritikan dan komentar lainnya sebaiknya dipikirkan dulu apakah ini ini akan membuat orang lain sakit hati memiliki persepsi lain atau membuat orang menjadi tidak nyaman.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/9/2021) juga menghadirkan pembicara Anthony Sudarso (CEO First Class Property), Geri Sugiran (Dewan Pembina RTIK Jawa Barat), Richard Paulana (COO TMP Event), dan Kila Shafia sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.