Cakrawala News
Portal Berita Online

Timbangan Buku: Jurnalisme Radio, Teori dan Praktik

2 725

Bandung, Cakrawala.co,- Radio adalah media komunikasi massa yang powerfull, radio disebut juga sebagai The Fifth Estate -kekutan kelima- setelah koran.

Di dalam buku Jurnalisme Radio, Teori dan Praktik, karangan Santi Indra Astuti ini  banyak sekali pengetahuan yang akan mengajak kita untuk lebih mengenal dan mengetahui tentang radio atau jurnalisme radio.

Pada buku ini terdapat dua wilayah kajian yakni teori dan praktik Pengarang mengawali pembahasan dengan menguak sejarah radio. Radio pertama kali diciptakan ole Guglielmo Macroni pada tahun 1896. Awalnya Macroni menciptakan wireless telegraph dengan menggunakan gelombang radio untuk membawa pesan dalam bentuk kode morse. Pada tahun 1913, Macroni eksis dengan bisnis radionya, adapun fokus dari bisnis radio tersebut adalah pemanfaatan radio untuk keperluan berdagang dan transportasi.

Tidak hanya sekedar menjelaskan dari sisi sejarah radio saja, buku ini juga menjelaskan beberapa teori yang kerap digunakan sebagai landasan untuk menganalisis radio sebagai komunikasi massa, adapun teori-teori yang terangkum di buku Jurnalisme Radio karangan Santi diantaranya; teori seputar dampak, teori tentang peran, teori kritis, teori tentang proses dan produk.

 

Seperti Ini lah Karakteristik Radio

Ketahui lah bahwa dalam buku disebutkan juga karakteristik radio. Radio memiliki power, yaitu radio dapat membidik khalayak yang spesifik, bersifat mobile dan portable, bersifat intrusive dan memiliki daya tembus yang tinggi, bersifat fleksible, serta radio itu sederhana, maksud sederhana disini ialah sederhana mengoperasikannya, mengelolanya dan isinya. Tidak hanya memili power, radio juga memiliki kekurangan, yaitu radio hanya mengandalkan pesan berbunyi, pesan radio bersifat satu arah, dan mendengarkan radio rentan gangguan.

Selain kita dapat mengetahui bagaimana kekuatan dan kelemahan radio, dalam buku ini juga diungkapkan siapa dan macam apakah khalayak radio itu? perlu diketahui bahwasannya tidak ada khalayak radio yang betul-betul loyal, khalayak radio hanya mau yang ringan-ringan, dan khalayak radio rentan daya konsentrasinya. Disampaikan juga dalam buku kalau kekuatan radio bertumpu pada bunyi, dan bunyi tersebut terdiri dari 3 komponen yakni voice/words, music, dan special effect.

Selain pembaca diajak untuk mengetahui teori-teori dari mulai sejarah radio hingga radio sebagai media jurnalisme. Pada wilayah praktik, pengarang mengajak pembaca untuk menelusuri seluk beluk berkomunikasi menggunakan radio, diantara seluk beluk itu adalah dijelaskannya radio scripwriting style, yaitu pembaca mampu mengetahui prinsip penulisan naskah radio, struktur naskah radio. Lalu, ada pula pembahasan mengenai penyajian berita, wawancara radio (struktur, produksi, etika), serta mengetahui jenis-jenis feature atau dokumenter. Tidak hanya penjelasan saja, pada bab praktik dilengkapi dengan tugas guna pembaca mampu mencoba mempraktikkan hasil bacaannya dengan baik.

 

Kelebihan buku:

Buku terbitan Simbiosa Rektama Media tahun 2017 ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, terutama yang jurusan jurnalistik, tetapi juga berguna bagi para praktisi radio dan bagi yang berminat pada jurnalisme radio. Pembahasan dalam buku ini cukup lengkap dan sistematis, terdapat referensi baru yang mampu memperkaya wawasan intelektual. Pembahasan yang termaktub dimulai dengan teori hingga praktik beserta contoh atau tugas yang mana hal ini amat membantu untuk belajar pengaplikasikan ilmu dari buku tersebut.

 

Kekurangan buku:

Adapun kekurangan dari buku ini menurut saya masih terdapat istilah asing yang tidak ada penjelasannya, sehingga menimbulkan tanda tanya untuk para pembacanya. (Citra Cantika Salma Sugiarto/ mahasiswa magang di KPID Jabar).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

2 Comments
  1. Ismail says

    Maa syaa Allah keren banget kak 😎😍👏

  2. Ismail says

    Maa syaa Allah keren banget kaka 😎😎

Leave A Reply

Your email address will not be published.