Cakrawala News
Portal Berita Online

Tim Tabur Kejari Blitar Bantu Tangkap DPO Kejari Surabaya di Blitar

0 34

BLITAR CAKRAWALA.CO –
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri Blitar berhasil membantu penangkapan buronan Kejaksaan Negeri Surabaya berinisial ‘M’ seorang advokat terkenal yang bersembunyi di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Blitar.

Upaya penangkapan itu dimulai sejak Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar menerima permintaan bantuan penangkapan buronan dari Kejaksaan Negeri Surabaya.

Tim Tabur Kejari Blitar dipimpin Kasi Intelijen, Anwar Zakaria, SH.MH atas perintah Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, Erry Pudyanto Marwantono, SH MH kemudian melakukan upaya pelacakan dimulai dengan identifikasi kemungkinan tempat keberadaan terpidana dan kegiatannya sehari-hari.

“Sesudah beberapa hari melakukan pelacakan, tim mendapatkan informasi bahwa terpidana berada di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Dan agar tidak terjadi salah dalam penangkapan atau kegagalan operasi, tim harus melakukan identifikasi kepastian terpidana berada di tempat tersebut,” terang Anwar Zakaria, Kamis (20/1/2022).

Lanjutnya, Tim Tabur Kejari Blitar segera berkoordinasi dengan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Surabaya setelah didapat kepastian keberadaan terpidana. Akhirnya ‘M’ yang merupakan buronan Kejaksaan Negeri Surabaya sejak bulan Nopember 2021 ditangkap tim gabungan sekitar pukul 19.00 hari Selasa, 18 Januari 2022 tanpa perlawanan.

“Malam itu juga ‘M’ dibawa ke Surabaya untuk dilakukan eksekusi,” imbuh Anwar.

Menegaskan pernyataan bawahannya, Kepala Kejaksaan Negeri Blitar mengatakan, tidak ada tempat bersembunyi yang aman bagi para buronan di wilayah hukum Kejari Blitar.

“Tidak ada tempat aman untuk buronan yang bersembunyi di wilayah hukum kami. Cepat atau lambat mereka akan tertangkap karena tim Tabur tidak akan kenal lelah memburu mereka,” kata Kajari Blitar, Erry Pudyanto Marwantono didampingi Kasi Intelijen, Anwar Zakaria.

Untuk diketahui, terpidana ‘M’ berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No.962K/PID/2021 tanggal 28 September 2021 dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam sesuatu akta authentik” sebagaimana diatur dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 (dua) tahun.

“Saat ini terpidana telah dieksekusi di Lapas Kelas I Porong Sidoarjo untuk menjalani masa pidananya,” pungkas Kajari Blitar, Erry Pudyanto Marwantono. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.