Tim Kuasa Hukum BPN Yakin MK Bukan Mahkamah Kalkulator

JAKARTA,CAKRAWALA.CO.- Tim Kuasa Hukum BPN Prabowo – Sandi mendatangi Mahkamah Konstitusi untuk menyampaikan dan menyerahkan berkas gugatan Pemilu Jum’at (24/5/19) di kawasan Merdeka Barat Jakarta. Menurut Ketua tim kuasa hukum BPN Bambang Widjojanto mengatakan jika Indonesia ingin menjadi negara yang demokratis harus ada proses pemilu yang jujur dan adil.

Ditegaskannya bahwa Tim kuasa hukum BPN hadir ke MK untuk mendorong MK bekerja sesuai pasal 22 E ayat 1 UUD 1945 tentang pemilu harus LUBER dan JURDIL.

” Kami mencoba mendorong Mahkamah Konstitusi bukan sekedar Mahkamah Kalkulator yang bersifat numerik, tetapi memeriksa betapa kecurangan itu sudah semakin dahsyat”, tegas Bambang

Bambang Widjojanto menyebutkan pemilu kali ini sebagai pemilu terburuk yang pernah terjadi selama Indonesia berdiri.

” MK akan diuji bukan karena siapa yang mengajukan, apakah pantas menjadi Mahkamah kedaulatan rakyat,” tambahnya.

Tim kuasa hukum BPN Prabowo – Sandi diisi oleh 8 pengacara termasuk Denny Indrayana dan dipimpin Hashim Djojohadikusumo adik Prabowo Subianto.

” MK harus memajukan kejujuran dan keadilan, dan bukan menjadi bagian dari rezim yang korup,” ujar Bambang Widjojanto berapi – api penuh semangat.

Ia juga mengeluhkan sulitnya akses menuju gedung MK karena banyak halangan yang membuat mereka terlambat hadir dari rencana pukul 22.00 wib.

Facebook Comments
%d bloggers like this: