Cakrawala News
Portal Berita Online

Tim Geologi Riset Potensi Likuifaksi di Maluku Utara

0 3

TERNATE,CAKRAWALA.CO-Tim ahli geologi Maluku Utara (Malut) yang tergabung dalam join riset Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG),Universitas Muhammadiyah Malut ,dan Universitas Sultan Khairun Ternate akan melakukan riset potensi likuifaksi di seluruh wilayah Malut.

Riset  direncanakan  Januari-April 2020 itu  akan fokus pada bagaimana pergerakan tanah akibat efek sekunder akibat gempa bumi tektonik yang  terjadi di Maluku Utara.

Kepada Cakrawala.co , Ketua Ikatan Ahli Geologi Maluku Utara,Andy Arif , Sabtu (11/01/2019) menjelaskan wilayah awal yang di teliti adalah Ibu kota Malut, Sofifi dan seluruh  Kabupaten /Kota di Maluku Utara.

” Seluruh  Maluku Utara dan seluruh wilayah yang akan dikembangkan menjadi kota akan kami teliti,” kata Arif.

Wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Selatan yang selalu mengalami gempa beberapa dekade terakhir juga masuk dalam daftar join riset tersebut.Sebab dilihat dari susunan material wilayah tersebut adalah  endapan pasir maupun lumpur yang tak stabil sehingga berpotensi memicu  likuifaksi akibat gempa.

” Maluku Utara itu hampir semua Kabupaten/Kota berada di wilayah pesisir batuan penyusunannya itu tidak pesat bahkan ada beberapa wilayah yang dibangun itu merupakan kawasan alih fungsi misalnya dahulu wilayah rawa yang di timbun dan jadilah dataran yang kini berkembangan pembangunan,” ucapnya.

Ouput atau hasil penelitian itu,lanjut Arif nantinya akan menghasilkan rekomendasi atau peta zonasi pembangunan apakah wilay lah tersebut bisa dipakai membangun atau tidak ? Kalau pun bisa, standarisasi pembangunan menggunakan standar sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)

” Riset ini tanpa dukungan burget pemerintah artinya dilakukan secara mandiri hanya takaran kegelisaan dan takaran semangat meneliti. Kami membuktikan bila melakukan sesuatu yang besar tak harus menggunakan dana yang besar ,”ujarnya.

Sementara Kepala Stasiun BMKG Ternate, Kustoro Hariyatmoko mengatakan, join riset yang dibentuk tersebut melibatkan unsur BMKG karena focus pada study micromtreamor serta percepatan tanah dan grafity. BMKG juga memiliki alat khusus untuk digunakan dalam riset tersebut.

“Riset harus dilakukan lebih rapat atau lebih lama agar mendapatkan akurasi data yang maksimal ini juga untuk kepentingan bahan perencanaan daerah atau letak-letak pembangunan,” tutupnya.***(IVN/ID)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: