Cakrawala News
Portal Berita Online

Tiga Bulan Nganggur, Pekerja Seni Kabupaten Madiun Wadul Ke DPRD

0 124

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Sejak pandemi Covid-19 (virus Corona) menyerang masyarakat Indonesia, para pekerja seni dan hiburan, tak terkecuali pekerja seni di Kabupaten Madiun harus menghentikan aktifitas.

Belum adanya kejelasan relaksasi kebijakan skema ijin hajatan dan gelaran event ini, membuat sejumlah pekerja seni dan budaya Retno Dumilah Madiun ini “wadul” ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun.

Perwakilan pekerja seni Kabupaten Madiun, Pedal Panuroto menjelaskan, kedatangan mereka ke DPRD Kabupaten Madiun ini, untuk memperoleh jawaban pasti kapan mereka dapat kembali beraktifitas normal kembali. Mengingat terdampak pandemi Corona, para pekerja seni yang terdiri dari, pengusaha Sound System, MC, penyewa dekorasi dan rias pengantin ini sepi job, dan tidak menerima pesanan hajatan.

“Dari hasil pertemuan tadi, baik dari Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan dari Kepolisian akan menyatukan SOP. Karena sebenarnya masing-masing sudah memiliki SOP, hanya saja belum disatukan untuk memperoleh aturan yang pasti,” kata Pedal.

Hal yang sama diungkapkan Manohara, salah seorang perwakilan sinden waria, saat ditanya wartawan mengaku, saat pandemi dirinya sepi order dan harus banting setir menjadi buruh tani di daerahnya. Ini dilakukannya karena ditengah pandemi yang entah kapan berakhir ini, ia harus tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya, saya ini kan manusia istimewa. Artinya “dadi wedok iso lanang yo iso” (jadi laki-laki bisa, jadi perempuan juga bisa,red). Kalau sepi order nyinden “nggih macul” (ya mencangkul,red),” kata dia yang berdandan ala sinden dengan logat jawa medok, disusul gelak tawa rekan seprofesinya.

Sementara itu, KBO Satintelkam Polres Madiun, Iptu Dadang mengatakan, pada masa transisi New Normal nanti pihaknya akan mengijinkan warga yang mengajukan ijin keramaian. Tentu saja pemohon yang bersangkutan harus telah lebih dahulu mengantongi rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

“Kami dari Kepolisian tidak akan mempersulit perijinan hajatan, apabila Dinas Kesehatan setempat telah memberikan rekomendasi. Tentu saja semua hal nya harus sesuai protokol Covid-19,” kata Iptu Dadang.*(Ayu/Win)

Caption Foto : Manohara Sinden, saat mengadu ke DPRD Kabupaten Madiun bersama rekan pekerja seni Retno Dumilah, terkait kepastian mereka bisa beraktifitas kembali di masa transisi New Normal

Leave A Reply

Your email address will not be published.