Cakrawala News
Portal Berita Online

Tidak Puas Kinerja Jaksa, KPK Diminta Awasi Kinerja Kejari Jakarta Timur

JAKARTA, CAKRAWALA.CO – Merasa tidak mendapatkan keadilan dalam kasus nya yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Berman Nainggolan akhirnya medatangi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Jumat ( 21/2/2020 ).

Ini dilakukan Berman agar KPK mengawasi kinerja dari Pengadilan Negeri dan juga Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

“Saya didampingi kuasa hukum, hari ini datang ke KPK untuk bersurat, agar melakukan pengawasan dan pengontrolan dalam kasusnya,” ujar Berman Nainggolan kepada media di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Selain bersurat ke KPK, Berman, bersama tim kuasa hukumnya juga bersurat ke Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

“Kenapa bersurat saya lakukan, saya menduga dalam kasus saya ada praktek-praktek yang tidak diperkenankan oleh hukum dan undang-undang,” tegasnya.

Kasus perseteruan antar dua advocat yang kini disidangkan dan teregistrasi dengan nomor perkara 161/Pid.B/2020/PN Jkt.Tim. Membuat korban tidak mendapatkan keadilan akibat terdakwa RHS tak kunjung ditahan badan.

Padahal dari informasi pelapor yang menelusuri informasi melalui website Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan alamat web http://sipp.pn-jakartatimur.go.id/index.php/detil_perkara#. Didalam situs tersebut, tercantum bahwa terdakwa tertulis sebagai tahanan dan ditahan dirutan, namun faktanya terdakwa masih bebas berkeliaran.

Atas berbagai kejanggalan dari proses kasus yang bergulir sejak tahun 2018 dan baru disidangkan ditahun 2020, pelapor Berman Nainggolan merasa tidak mendapat keadilan.

“Dalam kasus pemalsuan ini, RHS dijerat pasal 263 yang ancaman hukumnya tahun penjara. Itu harus ditahan badan. Dari sejak ditetapkan tersangka dikepolisian hingga pengadilan RHS tidak ditahan,” tambah Berman.

Lebih jauh Berman menambahkan, sejauh penelusurannya tidak ditahannya RHS sejak dari kepolisian, kejaksaan, hingga proses dipengadilan tanpa ada penjamin. “Saya mendapat informasi, kasus yang menjerat terdakwa RHS ada intervensi dari atasan. Tapi saya tidak tahu atasan mana,” tegasnya.***MAK

%d bloggers like this: