Cakrawala News
Portal Berita Online

Tidak Membedakan Kehidupan di Dunia Maya dan Nyata

0

KOTA BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO – Budaya merupakan cara hidup di suatu lingkungan atau kelompok termasuk di Indonesia. untuk Indonesia budaya yang dikenal oleh masyarakat dunia adalah budaya santun, sopan kepada sesama manusia. Namun kini banyak yang mengatakan bahwa Indonesia sudah berubah terutama saat di dunia digital. Padahal dunia digital itu sama saja dengan dunia sesungguhnya.

Dunia digital kerap dianggap berbeda karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan dunia nyata seperti dunia digital tuh selalu berubah-ubah dengan cepat. Mulai dari teknologi, tren sehingga selalu menyajikan hal-hal yang berbau instan. Dunia digital juga tidak mengenal batas-batas teritorial orang-orang yang hidup di dunia maya melaksanakan aktivitas tanpa harus menunjukkan identitasnya. Karena bekerja atau beraktivitas secara virtual informasi di dalamnya bersifat.

Ramdan Gumilar, Guru SMK Pasundan Bandung, dunia digital telah mengubah perilaku dan etika masyarakat Indonesia yang sopan dan ramah. Survei Microsoft mengatakan demikian, netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Kini masyarakat Indonesia dikenal senang mengomentari kehidupan orang lain ditambah menggunakan kata-kata yang tidak baik. Maka, masyarakat Indonesia yang masuk ke dalam dunia digital harus kembali diajarkan mengenai budaya bertutur terutama di media sosial.

“Budaya bertutur ini kerap kaitannya dengan etika, bagaimana seseorang ketika masuk ke dalam dunia digital harus paham mengenai etika digital. Kita mampu menyadari bahwa tulisan kita adalah perwakilan dari diri kita sendiri. Sehingga, meskipun kita tidak menggunakan nama asli tetapi kita tetap harus bijak di dunia digital,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (29/11/2021).

Penggunaan digital juga harus menyadari mereka berkomunikasi, kirim komentar kepada sesama manusia. Sehingga sudah sepantasnya untuk dapat hidup seperti di dunia sebenarnya. harus memiliki rasa sungkan jika harus berkata kasar kepada orang lain apalagi jika kita tidak suka terhadap sesuatu lebih baik tidak diungkapkan daripada menyinggung perasaan orang lain.

Kita juga harus menyadari posisi kita di ruang digital itu seperti apa, sama hal nya di dunia nyata. Kita sebagai orang yang harus menghormati atasan kita, guru atau orang yang lebih dewasa sehingga dalam penggunaan bahasa harus sopan.

“Terkadang karena merasa di dunia berbeda, kita jika sedang berada di dunia digital sembarangan saja menyebut orang yang lebih tua dengan asal. Bahkan dengan guru juga semena mena apalagi jika tidak suka. Sebaiknya ketika di ruang digital kita mampu sopan dalam bertutur apalagi kepada sosok yang dihormati,” jelasnya.

Kemudian, perilaku yang tidak boleh dilupakan adalah menghargai privasi orang lain. Sama halnya ketika di dunia nyata kita ingin masuk ke rumah orang kita tahu itu adalah ruang privasi mereka kita pasti akan minta izin terlebih dahulu, mengetuk pintu dahulu dan tidak langsung masuk. Begitu juga saat berada di akun media sosial orang lain sebaiknya tidak kita menandai tanpa izin. saat berada di kolom komentar orang lain pun kita harus benar kata sopan karena itu adalah ruang milik mereka jangan sampai kita mengotori yang menjadi bagian dari orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (29/11/2021) juga menghadirkan pembicara Ria Aryanie (Praktisi Humas), Erry Ginandjar (General Affair Radio Oz Bali), Robiyati (guru SMA Pasundan 7 Bandung), dan Yumna Aisyah sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.