Cakrawala News
Portal Berita Online

Tidak Hanya 15 Menit,Mulai 10 Desember Hukuman Pelanggar Prokes di Solo Bersihkan Sungai Seharian

0 134

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Pemerintah kota Solo,Jawa Tengah.Mengeluarkan aturan baru yang memperberat sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.Bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker mulai 10 Desember 2020 harus menjalani hukuman membersihkan sungai selama sehari penuh.

 

 

 

Pernyataan tersebut diungkapkan Walikota Solo. Fx Hadi Rudyatmo usai Rakor Muspida menyikapi Covid-19 di Loji Gandrung, Kamis (3/12/20).Tidak hanya yang tidak memakai masker, Hukuman juga berlaku bagi warga yang berkerumun dan mengabaikan jarak sosial/fisik.

 

ads bukopin

Meskipun demikian, Pemkot Solo akan menyediakan makanan bagi pelanggar selama menjalani hukuman. Sanksi baru yang lebih berat bagi pelanggar protokol kesehatan Kota Solo tersebut akan mulai berlaku per 10 Desember 2020.

“baik yang tidak memakai masker maupun yang kedapatan berkerumun akan kami beri sanksi membersihkan sungai atau parit sekitar Benteng Vastenburg,” katanya

 

Wali Kota Solo menilai hukuman membersihkan sungai selama 15 menit yang berlaku selama ini tidak terlalu efektif. “Efektif ya cuma sehari itu saja, mereka tidak kapok. Hukuman membersihkan parit seharian ini kan seperti padat karya tapi tidak digaji,” ungkap Rudy.

 

Rudi menambahkan kasus Covid-19 Kota Solo masuk 10 besar terbanyak se-Jawa Tengah. Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan Solo tersebut merupakan masukan Muspida guna memutus rantai persebaran Covid-19.

Larangan berkerumun juga berlaku untuk warung makan. Namun, perincian aturan bagi pelaku usaha kuliner akan lebih detail tertuang dalam Surat Edaran (SE).

 

“Kerumunan itu paling banyak menyumbang kasus baru. Misalnya ada kerumunan lalu kami sweeping, saya yakin pasti ada yang positif Covid-19,” ucapnya. Selain memperberat sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, Pemkot Solo juga berencana menjadikan Benteng Vastenburg sebagai rumah karantina pemudik.

 

Rudy menyebut pemanfaatan benteng peninggalan Belanda untuk karantina pemudik itu masih menunggu penataan area itu dan kemungkinan penerapannya baru 15 Desember.

 

Rencananya, mereka yang masuk Solo dalam rangka aktivitas apa pun wajib menjalani karantina selama 14 hari di Benteng Vastenburg. Pemkot bakal bekerja sama dengan manajemen bandara, stasiun, maupun terminal untuk mengontrol pemudik yang datang. “Apa pun alasannya, misal cuma jagong, ya, tetap karantina,” imbuhnya. Pemkot akan membentuk Satgas Pemantau yang bertugas pada setiap pintu masuk menuju Kota Solo. Pintu itu antara lain Tugu Makutho, Jurug, Tanjunganom, Kadipiro, dan sebagainya. “Tapi akan ada perbedaan perlakuan bagi yang bekerja di Solo. Kami akan tahu, KTP-nya jelas,” Pungkasnya.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.