Cakrawala News
Portal Berita Online

Tidak Dapat Perhatian Pemerintah, Nenek 65 Tahun Bertahan Hidup Dengan Jualan Kopi

3

GOWA, CAKRAWALA.CO – Sunggu kasian, sudah hidup sebatang kara tanpa anak dan cucuk Nenek Diah yang berumur 65 tahun harus menananggung hidup tanpa bantuan pemerintah dengan berjualan kopi, nenek Diah yang sering disapa oleh tetangganya yang bermukin di Dusun Tama’lalang, Desa Tamannyeleng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Melihat kondisi nenek Diah yang teramat memprihatinkan hingga bisa bertahan hidup dengan hanya berjualan kopi tubruk buatannya sendiri di atas rumah panggung miliknya yang terbuat dari kayu ini membuat sejumlah warga di sekitar lingkunganya hibah dan sering membantunya untuk bertahan hidup.

Menurut Daeng Memang salah satu tetangga nenek Diah mengatakan ” Nenek Diah berjuang sendiri untuk hidup dengan hanya menjual kopi bubuk buatan sendiri, hampir setiap hari nenek Diah kasian buat kopi tubruk untuk di jual, kadang di bawa ke pasar  kadang juga di jual di rumahnya, kalau kurang enak badan ki.saya sebagai tetangganya kadang kasian, rasa kasian ku itu biasa saya beli kopinya untuk bisa ki makan karena sendiri mami kodong tinggal, kalau bukan kita para tetangganya yang bantu siapa lagi, apalagi pemerintah acuh-acuh ji.” ungkapnya.

ads bukopin

Diketahui Nenek Diah hidup sendiri di sebuah rumah panggung yang sudah hampir rapuh dan sewaktu-waktu bisa roboh lantaran tiang dan kayu rumah ini sudah termakan usia yang kapan bisa membahayakan dirinya sendiri.

“Nenek Diah punya anak satu tapi tidak pernah datang menengok mamanya. Nenek ini hidup sendiri. Kamipun warga disini kadang kasihan melihat kodisi nenek Diah,” tambah Daeng Memang.

Kini sang nenek hanya bisa terus bertahan hidup dengan berjualan kopi tubruk buatan sendiri dan ditemani oleh rumah panggung yang hampir roboh dengan perabot yang seadanya.

Nenek Diah diusianya yang sudah tua ini hanya bisa berharap agar rumah panggungnya dapat dijadikan rumah bawah dan tidak lagi dimasuki air saat hujan, sehingga jika dilain waktu anak semata wayangnya pulang bisa menempati rumah tersebut.

“saya tidak minta banyak ji kasian sama pemerintah, kalo bisa na perbaiki rumahku dan kalau bisa jangan mi rumah panggung, rumah bawah mi kasian, karna ini rumahku kalau hujan biasa masuk air karna banyak bocor di dinding dengan atapnya.” ungkap Nenek Diah

Mirisnya pemerintah kabupaten Gowa hanya berdiam diri tanpa memerhatikan kondisi warganya yang sedang butuh bantuan seakan pemerintah hanya menutup mata dan telinga jika melihat warganya sedang mengalami kesusahan.(Rezki Mas’ud)

Comments are closed.