Cakrawala News
Portal Berita Online

Sebulan PTM,Tidak Ada Klaster Baru di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

0 248

 

Solo Cakrawala.Co,-Selama sebulan pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka PTM di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Berjalan lancar,tidak ditemukan Mahasiswa, Dosen  maupun perangkat lainnya yang dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut karena ditetapkannya persyaratan dan protokol kesehatan secara ketat.

 

 

 

Sejak resmi memulai Perkuliahan Tatap Muka (PTM), Senin (6/09/2021).di 4 fakultas yakni Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Keolahragaan (FKOR), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta,Hingga kini berjalan lancar,tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

 

 

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengatakan, selama ini pelaksanaan PTM berjalan lancar. Tak ditemukan mahasiswa, dosen  maupun perangkat lainnya yang dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut karena ditetapkannya persyaratan dan protokol kesehatan secara ketat.

Bahkan, dikatakannya, pelaksanaan PTM di UNS juga mendapatkan perhatian khusus dari Wali Kota Gibran Rakabuming Raka hingga Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Presiden Jokowi memantau langsung penerapan protokol kesehatan saat acara forum rektor se-Indonesia beberapa waktu lalu.

 

“Di UNS PTM kita mulai 7 September dan 13 September itu Presiden Joko Widodo mirsani (melihat) langsung pelaksanaan PTM itu. Mahasiswanya sudah di vaksin, dosen dan karyawannya juga sudah divaksin, sehingga Alhamdulillah tidak ada klaster baru di kampus,” ujar Jamal, Selasa (19/10/2021).

 

Jamal menilai, munculnya klaster PTM di sejumlah sekolah dasar di Solo merupakan permasalahan berbeda. Salah satu penyebabnya, para siswa peserta PTM tersebut belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Berbeda dengan para mahasiswa di UNS yang sudah mendapatkan vaksinasi dua kali.

 

Menurut Jamal, pelaksanaan PTM di kampus dilakukan dengan sistem bersyarat dan bertahap. Yakni harus ada izin dari pemerintah kota atau Satgas Covid-19 dan peserta harus sudah divaksin dua kali.

“Semua mahasiswa kami yang ada di area Solo dan sekitarnya sudah divaksin dua kali. Syarat yang lain juga harus ada izin dari orang tua,” ungkapnya.

 

Kendati demikian, pihaknya membebaskan mahasiswa yang tidak memperoleh izin orang tua untuk tidak mengikuti PTM. Apalagi peserta kuliah tatap muka dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas ruangan. Bagi mahasiswa yang tak bisa mengikuti PTM, lanjut Jamal, mereka masih bisa mengikuti kuliah yang juga disiarkan secara daring.

 

“Karena sistem itu kita buat semudah mungkin, maka kita juga tidak mungkin mengundang mahasiswa yang berada di luar Soloraya atau luar provinsi,” katanya.

 

Secara bertahap lanjut rektor, para mahasiswa akan diundang untuk mengikuti PTM. Saat ini, selain semester 1 juga untuk semester 5 dan 7. Karena mereka sudah mulai mengikuti kegiatan di laboratorium ataupun praktek. Sedangkan mahasiswa semester 7 butuh ke kampus untuk ujian skripsi atau pelaksanaan tugas akhir lainnya.

 

“Kita buka supaya ujian-ujian itu juga sudah secara tatap muka. Bertahap itulah yang nanti akan disesuaikan dengan PPKM. Kalau PPKM level 3 dengan 30 persen, maka kalau PPKM level 2 ya dibuka naik. Kalau PPKM level 1 nanti pesertanya tambah,” jelasnya.

 

Jamal menambahkan, dari 13 fakultas dan 2 sekolah yang ada di UNS hanya 3 atau 4 yang bisa diikutkan dalam kegiatan PTM. Selain itu, dalam sehari dibatasi hanya 2 mata kuliah yang diajarkan. Namun jika kondisi Covid-19 membaik, pihaknya akan menambah peserta maupun jumlah mata kuliah secara bertahap.

 

“Tidak mungkin 40.000 mahasiswa kita ikutkan semua. Tentu akan membahayakan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona, pihaknya juga melakukan evaluasi pelaksanaan PTM setiap pekan atau setengah bulan sekali. Sehingga jika ditemukan mahasiswa yang terpapar bisa segera dilakukan tracing dan antisipasi lainnya.

 

“Tiap minggu, hari Senin juga dilakukan evaluasi, alhamdulillah belum ditemukan mahasiswa yang terpapar. Mudah-mudahan tidak ada,” pungkasnya.(AgungBram).

Leave A Reply

Your email address will not be published.