Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Tiba di Madiun, Belasan Pekerja Migran Indonesia Langsung Jalani Karantina

0 597

Madiun, Cakrawala.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah mengeluarkan kebijakan tentang antisipasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa penerapan larangan mudik 2021.

Sedikitnya 15 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun, tiba di kampung halaman, Sabtu siang 1 Mei 2021. Mereka langsung menjalani karantina selama tiga hari di gedung Sanggar Pramuka, Kecamatan Jiwan – Kabupaten Madiun. Ini dilakukan sebagai upaya antisipasi adanya penyebaran Covid-19.

Kepulangan para PMI ini tidak bisa dicegah, karena rata-rata kontrak kerja di negara mereka bekerja, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam dan Hongkong telah habis.

“Sampai di Madiun, mereka kita karantina selama tiga hari ke depan. Kita pantau kondisi kesehatan para PMI ini untuk memastikan semuanya dalam kondisi kesehatan yang baik, sebelum diperbolehkan pulang ke rumah,” kata Camat Jiwan, Widodo saat menerima kedatangan PMI.

Lebih lanjut Widada menjelaskan, sebelum pulang, para PMI ini telah menjalani serangkaiam tes dan pemeriksaan, baik di negara asal keberangkatan maupun setiba di Bandara Juanda Surabaya. Bahkan mereka juga telah menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya.

“Setelah selesai tiga hari kedepan menjalani karantina, para PMI ini sebelum pulang ke rumah mereka juga harus melalui satu kali proses karantina di posko PPKM mikro kelurahan masing-masing,” lanjut Widada.

Sementara itu Putri, salah seorang pekerja migran asal Madiun mengaku tak keberatan jika kepulangannya ke kampung halaman kali ini harus melalui proses yang sangat panjang. Putri yang telah melanjalani swab test sebanyak tiga kali sepanjang perjalanan pulang ini menyadari, hal ini sebagai bentuk kebijakan pemerintah dalam upaya menekan kasus Covid-19.

“Ya, ada enak dan tidak enaknya, tapi semua kembali kepada kesadaran diri masing-masing saja. Kan ini juga untuk kebaikan semuanya,” kata Putri yang telah 15 tahun bekerja di Singapura ini.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.