Cakrawala News
Portal Berita Online

Termohon Positif Covid-19, Eksekusi Rumah Puluham Miliar Tertunda

0 160

MALANG, CAKRAWALA.CO – Pengadilan Negeri Malang memastikan eksekusi pengosongan rumah di Pahlawan Trip Taman Ijen nomor B6 dan B7 Klojen, Kota Malang ditunda.

Penundaan eksekusi tersebut diungkapkan Humas Pengadilan Negeri Malang, Hakim Indarto, karena alasan Kemanusiaan termohon sedang sakit maka eksekusi ditunda.

“Karena termohon dikabarkan positif covid-19. Eksekusi aset puluhan miliar rupiah itu pun menunggu termohon yakni keluarga Valentina Linawati sembuh dari covid-19. Kita memastikan penundaan ini hanya sementara karena sesuai putusan pengadilan eksekusi tetap dilakukan karena pemenang lelang minta dikosongkan dan diserahkan,” Ungkap Hakim Indarto Selasa 19 Juli 2022, kepada cakrawala.co.

Selanjutnya pihak PN Malang, menunggu langkah pimpinan untuk kelanjutannya. Eksekusi ini tetap jalan apapun kondisinya.

“Saat ini mungkin karena kita mengedepankan kemanusiaan. Tetapi eksekusi itu tidak akan bisa dibatalkan. Tetapi hanya ditunda waktunya karena harus dilaksanakan,” kata Indarto

Dalam kasus ini, selain rumah di Perumahan Pahlawan Trip Taman Ijen nomor B6 dan B7. Juga ada obyek lain yang tetap akan dieksekusi dari termohon. Yakni, sebuah obyek bangunan di Jalan Galunggung eksekusi dilaksanakan Rabu (20/7/2022) besok dan 2 obyek di Jalan Terusan Kawi dengan jadwal eksekusi Kamis, (21/7/2022).

Kuasa hukum pemenang lelang, yakni Lardi berharap eksekusi tidak lagi ditunda setelah keluarga termohon dinyatakan sembuh dari Covid-19. Apalagi dia mengaku memiliki bukti bahwa keluarga termohon tidak menjalankan isolasi mandiri dan justru jalan-jalan meski mengaku positif Covid-19.

Dia pun berharap eksekusi segera dilakukan pasca termohon selesai melakukan masa waktu isolasi mandiri selama 14 hari. Sesuai surat yang diterima Pengadilan Negeri Malang terdapat sekira 5 orang keluarga termohon positif Covid-19 sejak 10 dan 11 Juli 2022 kemarin.

“Yang jadi pertanyaan sekarang kalau dia positif kenapa dia bisa pergi kemana mana ada kegiatan keluar masuk rumah. Kan harusnya isolasi karantina. Dia ada pergi ke Surabaya. Nah kalau positif kok bisa keluar masuk, bagimana satgas Covid di Malang,” ujar Lardi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif membenarkan bahwa ada laporan masuk satu keluarga di kawasan Perumahan Pahlawan Trip Taman Ijen dinyatakan positif Covid-19. Soal data PCR yang tidak masuk ke data peduli lindungi, ada kemungkinan aplikasinya sedang eror.

“Ya masuk, asal pemeriksanya atau labnya memasukkan ke aplikasi NAR. Bisa ada gangguan di aplikasinya,” tutur Husnul. (Gastan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.