Terlibat Aksi Pelecehan Seksual, Pimpinan dan Guru Pendidikan Diringkus Polisi

LHOKSEUMAWE-CAKRAWALA.CO-Dua Oknum Guru disebuah Lembaga Pendidikan Islam Di Kota Lhokseumawe Propinsi Aceh, diringkus Jajaran Reskrim Polresta Lhokseumawe.Kedua tersangka diduga terlibat tindakan pelecehan seksual di lembaga yang mereka pimpin saat ini, dan terancam dihukum cambuk.

Kapolres Kota Lhokseumawe AKBP Ari Lasta menyebutkan, terungkapnya aksi asusila ini, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari korban, kedua pelaku tersebut melakukan tindakan pelecehan seksual kepada Lima orang anak dibawah umur yang merupakan murid di lembaga yang mereka pimpin saat ini”, ungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan kepada wartawan, yang didampingi oleh Kasat Reksrim AKP. Indra T. Herlambang dan Kanit PPA Ipda Lilis, Kamis (11/7).

Dikatakan, kronologis pengungkapan kasus pelecehan seksual kepada anak didik di lembaga ini, yang dilakukan oleh AI (45) yang merupakan pimpinan lembaga pendidikan dimaksud dan MY (26) pengajar di lembaga pendidikan tersebut, diketahui setelah adanya laporan dari orang tua anak didik kepada polisi.

“ Setelah polisi menerima laporan pelecehan seksual dari orang tua korban, lalu polisi melakukan pengembangan dan mengambil keterangan dari korban dan ibunya serta dari keterangan tersebut mengarah kepada MY sebagai guru dan AI sebagai pimpinan lembaga pendidikan tersebut,” kata Kapolres.

Polisi menghadirkan kedua tersangka (AI) dan (MY) Pimpinan dan Guru salah satu lembaga pendidikan di Kota Lhokseumawe.Kedua tersangka terbukti melakukan tindakan pelecehan terhadap lima orang santri.Keduanya terancam hukuman cambuk sebanyak 90 kali atau penjara selama 90 bulan(Foto/MS)

Kedua tersangka yang ditangkap keduanya merupakan Warga Desa Panggoi Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe.Untuk Al (45) adalah sebagai pimpinan di Lembaga tersebut, sedangkan MY (26) Tahun merupakan guru “, Kejadian ini telah dilakukan akhir tahun 2018, dan pada tanggal 8 Juli 2019 kita lakukan penangkapan terhadap keduanya”, Ujar Ari Lasta.

Sedangkan untuk para korban berjumlah lima orang, masing-masing R (13) Tahun, L (14) Tahun, D (14) Tahun, T (13) Tahun, dan A (13) Tahun semuanya merupakan warga setempat”, Diperkirakan ada 15 yang menjadi korban, namun laporan yang kami terima baru 5 orang yang semuanya merupakan anak didik yang masih berusia antara 12-14 tahun yang menjadi korban aksi pelecehan seksual oknum tersebut dengan jumlah yang bervariasi antara 3- 5 kali”, Jelas Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Kota Lhokseumawe AKP.Indra T.Herlambang menambahkan, mengenai modus pelaku mengajak korban adalah dengan menyuruh membersihkan kamar dan melakukan doktrin-doktrin agama kepada korban, hal ini agar mempermudah muridnya menuruti kemauan keinginan pelaku”, Kata Indra

Atas tindak kejahatan seksual yang dilakukan oleh pelaku, diancam dengan Pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman pidana Cambuk sebanyak 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan.(MS)

Facebook Comments
%d bloggers like this: