Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Terkendala Rob, Target Selesai Pembangunan Tol Semarang Demak Mundur

0 19

DEMAK, CAKRAWALA.CO- Pembangunan jalan tol Semarang Demak seksi II saat ini telah mencapai 8 persen. Meski secara keseluruhan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap ada percepatan pembangunan.

Seksi II pembangunan jalan tol Semarang Demak tersebut sepanjang 16 km, membentang dari Kecamatan Sayung sampai Demak kota. Saat meninjau pengerjaan di seksi II tersebut, Rabu (1/7), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek beberapa pengerjaan, dari pemasangan tiang pancang sampai proses pengurukan.

“Kita pastikan pengerjaan ini berjalan. Kita harapkan selain memperlancar transportasi juga menyelesaikan beberapa bagian yang terkena rob. Itulah yang dulu kita bicarakan sangat lama. Dan progresnya bagus,” kata Ganjar.

Sebagaimana diketahui, pengerjaan jalan tol dengan total panjang 27 km tersebut terbagi dalam dua seksi. Yakni seksi 1 berada di ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,69 km dan seksi II sepanjang 16,31 km yang membentang dari Sayung sampai Demak kota.

Untuk pengerjaan di seksi II, Ganjar sangat mengapresiasi progres pengerjaan yang telah mencapai 8 persen. Karena pengerjaan baru dilakukan awal tahun ini. Apalagi selama proyek berlangsung, kegiatan perekonomian masyarakat sekitar juga ikut tumbuh. Ganjar berharap target selesai pengerjaan di pertengahan tahun 2022 bisa dicapai.

“Selagi Kita bekerja, kita juga menghidupkan ekonomi warga sekitar. Progres pembangunan sudah 8 persen. Kita sudah bisa mulai melihat fisiknya. Target selesai pertengahan 2022, tapi Pak Presiden minta ada percepatan,” katanya.
Sementara untuk seksi I, yang bakal memiliki desain tanggul laut, Ganjar mengatakan prosesnya masih terkendala pembebasan lahan. Karena 70 persen lahannya tergenang.

Menurutnya, Kantor Agraria Tata dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jateng sedang mengkaji status tanah tersebut.

“Masyarakat yang memiliki lahan tidak perlu khawatir, karena akan diajak bicara bareng masalah pembehasan lahan jalan tol Semarang-Demak,” ujar Ganjar.

Pembangunan jalan tol Semarang-Demak, lanjut Ganjar untuk memperlancar transportasi serta menyelesaikan beberapa bagian yang terkena rob di wilayah Semarang dan Sayung.

“Sehingga desainnya dibuatkan tanggul laut untuk mengatasi rob,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sudiyono yang juga hadir dalam kunjungan tersebut mengatakan, pihaknya menargetkan pembebasan tanah tol Semarang Demak pada 2021. Dirinya menyebut, selain pandemi virus Corona, pembebasan lahan terkendala pembebasan tanah yang tergenang air rob atau air laut.

“Kita mau lanjut lagi Juli ini. Prioritas utama Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, ada hampir 500 bidang dan sudah dibayarkan 123 bidang dengan nilai mencapai Rp 97 miliar. Tinggal Rp 260 sekian miliar khusus Sidogemah. Target pembangunan fisik tol Semarang Demak selesai pertengahan 2022, sementara pembebasan lahan pada 2021. Problem lain, utamanya tanah tenggelam, tanah terendam air laut,” jelas Sudiyono di lokasi pembangunan Tol Semarang Demak Seksi II, Desa Buyaran, Kecamatan Karangtengah, Demak.

Sudiyono mengatakan, pihaknya masih menunggu kajian dasar hukum dari ketua pelaksana pembebasan tanah, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia menyebut, terdapat sekitar 300 hektar tanah yang tenggelam air laut.

“Kita masih menunggu dasar hukumnya, apakah nanti (tanah ternggelam air laut) akan dibebaskan atau seperti apa. Harus ada dasar hukumnya,” imbuhnya.

Pembangunan fisik jalan tol Semarang-Demak yang menelan anggaran senilai Rp15,3 triliun semula ditargetkan selesai akhir tahun 2021. Tetapi karena adanya kendala covid 19 dan pembebasan lahan, target selesai mundur pertengahan tahun 2022. (Syam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: