Cakrawala News
Portal Berita Online

Terkait Isu Penolakan Pasien, Rahmat Jaya : RS Labuang Baji Sudah Sesuai SOP

3

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Kisruh penolakan pasien di RS Labuang baji Makassar terhadap salah satu pasien anak yang terjadi beberapa waktu lalu di Instalasi Rawat Darurat (IRD), sudah menemui titik temu.

Humas RS Labuang Baji mengklarifikasi isu yang beredar terkait penolakan pasien yang bernama Muhammad Ardiansyah, bocah lima tahun yang dibawa oleh bapaknya yakni Rahmayadi, pada Jumat (25/8/2017) malam lalu.

Rahmat Jaya sebagai humas RS Labuang Baji mengatakan pihak rumah sakit tidak pernah menolak pasien, dan soal yang terjadi beberapa waktu lalu katanya hanya salah paham.

ads bukopin

“Kami tidak pernah menolak pasien, apalagi pasien itu gawat. Kami tetap melakukan pelayanan terhadap pasien tersebut, berjalan dengan pelayanan kami meminta persyaratan administrasi berupa KTP ataupun Kartu Keluarga kalau memang dia tidak punya BPJS atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi si orang tua pasien tidak bisa menunjukan dan langsung marah didepan petugas rumah sakit.” ungkap Rahmat.selasa (29/08/2017).

Rahmayadi yang juga orang tua pasien diketahui memiliki profesi sebagai wartawan ini, saat diminta kelengkapan administrasinya tidak bisa menunjukan selembar pun dan dia hanya mengatakan memiliki keterangan tidak mampu dari dinas sosial pemerintah kota Makassar.

“Kita sebagai pelayan kesehatan masyarakat pasti meminta kelengkapan, waktu diminta berkas adminya si orang tua pasien hanya bilang memiliki surat keterangan miskin dari dinsos kota Makassar tapi ia juga tidak bisa menunjukan jadi kita suruh urus 2×24 jam sebagain konpensasi dari pihak rumah sakit.” tambahnya.

Rahmat Jaya sendiri keberatan jika RS Labuang Baji dikatakan bahwa menolak pasien apalagi sedang gawat, sesuai aturan dan prosedur pelayanan kesehatan, jika ada pasien gawat pihakbrumah sakit akan melakukan pelayanan terhadap pasien terlebih dahulu kemudian pendamping pasien mengurus administrasinya.

Lebih lanjut, pihak RS Labuang Baji masih membuka pintu seluas-luasnya kepada siapa saja yang mau berobat tanpa mengenal latar belakang.

“Padahal kita bisa saja merawat anak ini sembari bapaknya juga mengurus dokumen, tapi mungkin namanya orang tua yang panik yang melihat anaknya sakit jadi emosi dan marah – marah sambil berkata ” saya ini wartawan”. katanya.

Diketahui, pihak RS Labuang baji tidak memiliki kerjasama antara pemerintah kota Makassar terkait pelayanan yang ada di Makassar, padahal RS Labuang Baji adalah salah satu rumah sakit yang di rekomendasi sebagai salah satu rujukan di wilayah selatan setelah RS Wahidin Makassar.

Rahmat sebagai Humas RS Labuang Baji berharap pemerintahan kota Makassar bisa melakukan kerja sama dengan pihak RS Labuang Baji yang dibawah naungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi selatan.

“Klo bisa pemerintah kota Makassar bisa bekerja sama dengan Labuang baji…karena Labuang baji di tunjuk sebagai rumah sakit rujukan di Sulawesi selatan sehingga tidak ada lagi kejadian seperti ini.” tutupnya. (Rezki Mas’ud).

Comments are closed.