Cakrawala News
Portal Berita Online

Terjaring Razia “Prokes” Pendekar Waras, Ini Hukumannya…

0 105

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kota Madiun telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 39 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19 (virus Corona). Ini untuk menindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Sebagai bentuk penegakan Perwal tersebut, Sabtu malam, 29 Agustus 2020, Wali Kota Madiun Maidi, Forkopimda bersama personil gabungan, melakukan patroli penegakan disiplin protokol Kesehatan (Prokes) besar-besaran disejumlah lokasi yang berpotensi kerumunan masyarakat. Patroli sosialisasi kali ini juga dilakukan penerapan sanksi bagi pelanggar.

Gak pakai masker pakai rompi orange.
ads bukopin

Patroli diawali dari Jalan Pahlawan atau di depan Balai Kota Madiun. Meski telah banyak papan imbauan dan sosialisasi wajib bermasker, namun masih banyak juga yang terjaring razia. Belasan warga yang melintas di Jalan Pahlawan, kedalatan petugas tidak mengenakan masker. Sesuai Perwal, para pelanggar ini pun diberikan sanksi oleh petugas. Yakni dengan melakukan penyemprotan Fasilitas Umum menggunakan cairan disinfektan sepanjang kurang lebih 500 meter, di lokasi yang ditentukan petugas.

Terlihat sedikitnya 15 orang pelanggar yang mendapat sanksi tersebut dari petugas. Dengan membawa tangki berisi cairan disinfektan, pelanggar yang dikenakan rompi orange ini berjalan kaki menyemprot fasum di sekitaran Jalan Pahlawan, yakni dari depan Balai Kota hingga depan Lawu Plaza. Aksi mereka ini sontak mengundang perhatian pengunjung Pahlawan Street Center lain, dan mendapatkan bonus dokumentasi via ponsel.

Eko (16) salah seorang pelanggar mengaku kapok dan berjanji tidak mengulangi pelanggaran tidak memakai masker lagi. Eko menceritakan, awalnya dia hendak melintas di Jalan Pahlawan, kemudian dihentikan petugas karena kedapatan tidak mengenakan masker. Lalu oleh petugas diberikan sanksi menyemprot fasum menggunakan cairan disinfektan.

“Tadi berangkat dari rumah lupa gak pakai masker, lalu dihentikan petugas dan disuruh nyemprot hampir satu kilometer. Kalo gini ya kapok mas, tidak akan mengulangi lah ,” kata Eko sembari menggendong tangki disinfektan.

Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan, sanksi yang diberikan sesuai Perwal Nomor 39 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Orang nomor 1 di Kota Madiun ini mengaku, sebelumnya sudah melakukan imbauan dan pembagian masker kepada masyarakat.

“Maka dengan adanya perwal covid juga harus ada sanksi yang membawa efek jera namun juga ikut mengerem covid-19. Ya salah satunya seperti malam ini, yang kedapatan tidak pakai masker langsung saja bawa pompa, isi cairan disinfektan dan semprot sepanjang jalan pahlawan ,” tegas Maidi.

Wali Kota yakin, dengan sanksi yang diberikan berupa menyemprot Fasilitas umum ini, diharapkan akan membuat lingkungan menjadi steril dan akan membuat masyarakat lain merasa aman. Ia menambahkan, opsi sanksi lain bagi pelanggar yang tidak mau melakukan penyemprotan, yaitu harus membeli masker sebanyak 10 hingga 20 lembar masker, kemudian dibagikan kepada warga lain.

”Dengan kondisi tersebut, sanksi diberikan kepada pelanggar akan menjadi contoh orang lain untuk tidak melakukan pelanggaran. Pola seperti inilah yang kita jalankan ,” imbuhnya.

Maidi menambahkan, dalam penerapan sanksi yang diberikan, tidak ada penerapan sanksi berupa denda uang, melainkan yang diterapkan adalah sanksi yang dapat mengedukasi masyarakat terkait covid-19. Sehingga masyarakat akan lebih taat dan akan efektif dalam menekan jumlah kasus covid-19. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.