Cakrawala News
Portal Berita Online
idul harita

Terima Kunjungan Konsuler Korsel, Lee Kyeong Youn: Kota Blitar Yang Pertama

0 294

BLITAR CAKRAWALA.CO – Wali Kota Santoso menerima kunjungan Asisten Konsuler Korea Selatan untuk Jawa Timur Lee Kyeong Youn Selasa (15/6/2021).

Kedatangannya ke Kota Proklamator itu dalam rangka menjajaki kerjasama dengan Pemkot Blitar di beberapa bidang diantaranya pertanian dan pendidikan.

Lee mengatakan, Kota Blitar menjadi pertama di Jawa Timur yang berpeluang menjalin kerjasama dengan pemerintah Korea Selatan.

ads harlah pkb

“Saya asisten konsuler dari Korea tapi tinggal di Surabaya, ingin bertemu dengan Pak Wali Kota dan Wakilnya untuk berdiskusi tentang dibukanya tenaga kerja musiman di Korea, artinya warga Kota Blitar bisa bekerja selama 5 bulan. Namun karena ini hal baru, kita diskusi dulu. Kedua, di program ini, antara Kota Blitar dan Kota di Korea harus membuat kesepakatan (MoU). Saya sudah tunjukkan kotanya dan kita akan berbicara lagi,” kata Lee.

Ia menambahkan, program ini adalah kerjasama antara kota di Korea dan kota di Indonesia. Lee memilih Kota Blitar menjadi yang pertama untuk diajak kerjasama karena katanya sudah kenal baik dengan Wawali Tjutjuk Sunario.

“Saya pilih Kota Blitar menjadi yang pertama karena saya kenal baik, orangnya juga baik dan ada Makam Bung Karno, tempatnya enak di sini,” lanjutnya.

Kerjasama yang akan dilakukan, kata Lee adalah bidang pertanian. Ia mengatakan, saat ini tenaga pertanian di Korea sedikit. Ketika musim panen buah-buahan tiba, harus memakai tenaga manusia agar ketika memetik, buahnya tidak rusak. Ia pun mengungkapkan jika tidak ada aral melintang maka kerjasama ini bisa segera diwujudkan.

Dikesempatan yang sama, saat mendampingi tamunya berkunjung ke makam Sang Proklamator, Wali Kota Santoso menyampaikan terimakasih atas tawaran kerjasama dengan pemerintah Korea.

“Kami mengapresiasi atas tawaran kerjasama dengan pemerintah Korea. Paling tidak ini membuka lapangan kerja bagi yang belum bekerja, namun kita utamakan mereka yang berpengalaman di bidang pertanian,” terang Santoso.

Para tenaga kerja itu, lanjutnya, akan bekerja selama lima bulan, kemudian diberi kesempatan dua bulan untuk pulang dan selanjutnya berangkat kerja lagi lima bulan.

“Kerjasama ini adalah antara “G to G” atau Government to Government (pemerintah dengan pemerintah). Secara teknis nanti dikoordinir oleh Pak Wawali dan dibantu Dinas terkait supaya kita tidak sekedar mengirim orang, tapi benar-benar tenaga terampil di bidangnya. Usia yang diinginkan antara 28 sampai 55 tahun. Penghasilan bersih yang bisa didapat, kalau dirupiahkan sekitar 15 juta,” ucap Wali Kota. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.