Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Terhimpit Ekonomi, Satu Keluarga Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi

0 13

BANJAR JABAR CAKRAWALA.CO ,  – Satu keluarga di Dusun Sukahurip RT 02 RW 01, Desa  Lengansari, Kecamatan Langensari Kota Banjar, Jawa Barat tinggal dibekas kandang sapi. Hal itu terpaksa dilakukan karena himpitan ekonomi.

Cecep Gunawan (46) dan Yeni Suriani (40) bersama tiga anaknya ini, sudah  hampir satu tahun bertempat tinggal di bekas kandang sapi berukuran 6 kali 7 meter milik Yeye (64) tetangganya.

Yeni mengatakan, bahwa ia bersama suami dan tiga anaknya sudah tidak memiliki rumah setelah pulang dari transmigrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara satu tahun yang lalu. Sebelum tinggal di bekas kandang sapi, Yeni sempat menumpang di rumah saudaranya yang juga masih di wilayah kecamatan Langensari.

“Ini tadinya kandang sapi, tapi sudah tidak dipakai karena Pak Yeye tidak  mengurus sapi lagi. Lalu saya minta izin ke Pak Yeye untuk menempati bekas kandang sapi ini  sebagai tempat tinggal, karena mau tinggal di kontrakan, kami tidak punya uang,” ungkap Yeni, Senin (24/6/2019).

Lantaran himpitan ekonomi ini, Yeni pun mengaku bahwa untuk makan sehari-hari saja mengandalkan suaminya yang berjualan es. Anak pertamanya, Yogi (19) sudah bekerja di toko kelontongan dengan gaji
Rp 700 ribu perbulan. Namun kini ia tidak bekerja lagi karena sakit.

Sementara itu anak keduanya yang bernama Namja Nurlalan (14) masih bersekolah di SMP Islam Langensari, sedangkan anak bungsunya bernama Yoja Nuraeni (13) pun masih duduk di bangku SMP 4 Banjar.

“Kemarin saya pinjam beras ke tetangga satu kilo buat makan, tapi tidak dikasih, karena saya cuma punya uang 5 ribu. Sampai saat ini kami tidak ada bantuan dari pemerintah seperti keluarga tidak  mampu lainnya. Terkait biaya sekolah, saya juga minta kebijakan kepada guru atau kepala sekolah untuk kedua anak saya, karena memang tidak punya uang untuk bayar biaya sekolah,” kata Yeni sambil berlinang air mata.

Kondisi Yeni dan keluarganya memang memprihatinkan. Kandang sapi yang menjadi tempat tinggal mereka itu pun tidak terlalu luas dan disekat menjadi dua bagian. Satu dijadikan kamar tidur dan satu lagi dijadikan dapur. Mereka terpaksa harus berdesakan di bangunan yang bau dan kotor. Bahkan, tempat yang tadinya untuk pakan sapi, dijadikan tempat menyimpan pakaian.

“Tadinya ini tidak dindingnya, sama bapak (suami) dipasang papan, Kalau malam banyak sekali nyamuknya. Untuk listrik dikasih nyambung sama yang punya  kandang. Kalau air saya ngambil dari sumur tetangga,” ujar dia.

Ia pun ingin memiliki tempat tinggal sendiri yang layak. Namun tidak berdaya, untuk makan sehari-hari saja menurut Yeni sangat susah. Terlebih masih memiliki dua anak yang masih sekolah dan tentunya memerlukan biaya besar.

“Saya ingin punya rumah sendiri, karena khawatir kalau kandang ini mau dipakai lagi oleh  yang punya, saya mau tinggal dimana. Saya pun mengucapkan terima kasih kepada Pak Yeye yang sudah sangat baik kepada keluarga kami,” terangnya.

Kisah menyedihkan pun terjadi kepada anak bungsunya, Yoja Nuraeni. Menurutnya, ia mengaku sering diejek teman-temannya di sekolah. Hal ini mungkin lantaran ia bersama keluarganya tinggal di bekas kandang sapi.

“Di sekolah, saya sering dicuekin teman-teman, bahkan diejek. Ini mungkin karena saya orang gak punya terlebih tinggal di kandang  sapi,” ujar siswi SMP Negeri 4 ini.

Sementara itu, Camat Langensari, Asno Sutarno mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kondisi warganya  tersebut. Ke depan ia akan memprioritaskan keluarga ini untuk mendapat bantuan.

“Tindakan awal kita akan membantu melengkapi dokumen keluarga ini, tapi alhamdulillah ternyata
setelah kita cek, dokumen kependudukannya sudah lengkap. Selanjutnya kita akan sampaikan  ini ke Dinas Sosial dan Walikota. Kita akan upayakan mendapat lahan terlebih dahulu untuk  tempat tinggal. Nanti kerjasama dengan pemerintah desa untuk alokasi pembuatan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Yeye (64) pemilik kandang sapi. Ia mengaku merasa iba saat melihat kondisi keluarga ini terlunta-lunta  tak memiliki tempat tinggal. Ia mempersilahkan keluarga Yeni untuk menempati bekas kandang sapi.

“Saya kasihan, tadinya keluarga itu transmigrasi ke Sulawesi selama 10 tahun, tapi tidak berhasil. Akhirnya pulang lagi ke sini,” katanya.

Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, saat dikonfirmasi terkait hal ini mengaku belum bisa berkomentar. Pasalnya selama ini ia juga tidak  mengetahui ada warga Banjar yang kondisinya seperti ini.

“Saya no komen dulu ya karena  tidak tahu kondisinya dan memang tidak ada laporan. Besok saya akan cek dulu ke tempatnya,” kata Nana.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjar Asep Tatang juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku heran, kenapa pemerintah setempat seperti RT, RW, dan Desa tidak melaporkan ada warganya yang tinggal di kandang sapi.

“Dimana itu? tolong beri alamat yang lengkap ya biar saya turunkan staf untuk mengecek dan mendata langsung ke lokasi. Aneh ya kenapa RT RW dan desa tidak laporan ke kami,” kata dia.

Keluarga ini berharap adanya bantuan dari pemerintah. Terkait dokumen kependudukan, semuanya sudah lengkap dari mulai KTP dan kartu keluarga. Bahkan  saat Pilkada Kota Banjar pun, keluarga ini ikut nyoblos.***Hermanto

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: