Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Tergugat Tidak Terima, Eksekusi Sebuah Rumah di Solo Ricuh

SOLO JATENG CAKRAWALA.CO ,- Proses eksekusi sebuah rumah warga di Sondakan, Laweyan Kota  Solo,  Jawa Tengah berlangsung ricuh. Penghuni rumah berusaha menghalang-halangi jalannya eksekusi dengan masang tiga mobil dan barisan manusia di depan pintu masuk rumah untuk  mempertahankan rumah yang akan disita pihak  pengadilan.

Adu mulut dan saling dorongpun tidak dapat dihindari sehingga suasana penuh dengan ketegangan,  namun beruntung petugas kepolisian berhasil mengamankan proses eksekusi sehingga tidak ada bentrokan dan  korban jiwa.

Sebelumnya petugas juru sita dari Pengadilan Negeri Solo dibantu ratusan petugas Kepolisian Resort Kota Solo  langsung mendatangi rumah atas nama pemilik Ifan Ismarwanto dalam hal ini tergugat di Sondakan Laweyan.

Namun kedatangan petugas sudah terlebih dulu disambut Tim Kuasa Hukum dan sejumlah kerabat yang menghalang halangi dengan masang tiga mobil dan barisan manusia di depan pintu masuk rumah. Meski petugas telah membacakan permohonan eksekusi pengosongan atas objek lelang rumah diajukan pemenang lelang atas nama Pujino Elli Bayu Effendi sudah memenuhi syarat, namun keluarga tergugat nekat tidak mau beranjak dan tetap menghalangi.

Eksekusipun  tetap dilakukan meski harus  diwarnai adu mulut dan aksi saling dorong antara keluarga tergugat  dan petugas,   karena pihak tergugat nekat menghalangi halangi proses eksekusi, akhirnya petugas menyingkirkan paksa dua buah mobil dan mendobrak pintu pagar rumah yang sebelumnya telah digembok. Sementara pihak yang menghalang halangi berhasil diamankan pihak Kepolisian.

Juru sita Pengadilan langsung melakukan eksekusi dengan mengangkuti semua barang milik penghuni dan menyediakan angkutan untuk membawa barang milik penghuni tersebut. Petugas juga terpaksa mengevakuasi salah satu penghuni rumah yang sedang sakit ke mobil Dokpol untuk dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, kuasa hukum Tergugat Badrus Zaman  menuturkan seharusnya eksekusi rumah ditunda terlabih dahulu. Ia yang mewakili pihak ketiga juga penggugat yakni atas nama Poppy  yang menggugat mantan suaminya Ifan Ismarwanto, KP2LN, Bank BRI dan pemenang lelang (Bayu).

Pihaknya juga telah mengirim permohonan penundaan pengosongan kepada Pengadilan negeri Surakarta,  namun tak diindahkan.  Menurutnya Poppy sebagai mantan istri punya hak mempertahankan rumah tersebut karena merupakan hak Gono-Gini. Pihaknya juga akan terus mengupayakan gugatan dengan taat pada proses hukum.

Perlu diketahui obyek sengketa rumah atas nama pemilik Ifan Ismarwanto dalam hal ini tergugat,  dilelang karena tersandung kasus piutang dengan Bank BRI.   Rumah seluas 113 meter persegi tersebut,  diminta dikosongkan oleh Bayu sebagai pemenang Lelang.  Berita acara pengosongan sudah dilayangkan sejak 14 september (2017), namun hingga kini akhir tahun  belum juga dikosongkan,  maka petugas terpaksa melakukan eksekusi.***Agung

%d bloggers like this: