Cakrawala News
Portal Berita Online

Tergiur Dengan Keuntungan Besar, Jaringan Keluarga Bandar Narkoba Diciduk

0 63

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar kembali membongkar jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan satu keluarga di Kota Makassar, beberapa waktu lalu.

Dalam bisnis yang menggiurkan dan menjanjikan keuntungan besar ini, Pihak Reserse Narkoba Polrestabes Makassar menangkap empat orang, masing-masing Nurmalia (35),Cunding (55), Darwis (47) dan Nursaid (36). Keempat tersangka ini ditangkap di lokasi berbeda di hari yang sama Kamis 28 Mei 2020 dini hari.

Wakil Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada menambahkan, jika tim Elang berhasil membongkar warisan keluarga berupa bisnis narkotika berkat adanya laporan warga akan adanya transaksi bisnis haram tersebut. Dalam kasus ini, petugas berhasil menangkap pelaku, mulai dari suami-istri hingga keponakan.

Pengungkapan warisan bisnis sabu ini bermula, saat menangkap Nurmalia, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang menjual sabu di jalan Pampang. Kemudian, dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap Udin di Jalan Muh Yamin. Setelah menangkap keduanya, mereka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang buruh bangunan bernama Darwis.

“Darwis ini punya istri dulunya bandar sabu juga, sekarang sementara menjalani sidang. mungkin karena faktor ekonomi ditengah Pandemi, Darwis melanjutkan usaha istrinya.” ungkap Kompol Indra Waspada saat rilis.

Barang bukti berupa uang tunai dan 17 sachet Narkoba jenis sabu-sabu diamankan personil sat Resnarkoba Polrestabes Makassar.

Darwis selaku bandar sabu dalam bisnis ini, juga berhasil ditangkap Tim Elang dirumahnya di jalan Somba Opu, Kota Makassar. Dihadapan petugas, pria paruh baya itu mengakui, bahwa bisnis yang dijalankannya juga melibatkan keponakannya sendiri, Nur Said. Dia meminta kepada keponakannya untuk berperan sebagai tempat penyimpanan atau gudang sabu.

“Nur Said berperan sebagai penyimpan sabu. Dia yang pergi mengambil dan menyimpan sabu yang dijual. Setiap pengambilan sabu, Nur Said diupah oleh omnya sebesar Rp 1 Juta,” katanya.

Saat dilakukan pengembangan, Nur Said yang berperan sebagai gudang terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan kedua betisnya. Karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas.

“Nur Said saat kami tangkap, namun saat melakukan pengembangan yang bersangkutan berusaha melarikan diri. Sehingga terpaksa kami lakukan upaya tegas dan terukur. Perannya dia adalah gudang yang menyimpan barang,” Tambah Alumni Akpol tahun 2006 ini.

Selain menangkap jaringan pengedar sabu, Polisi juga berhasil menyita barang bukti, sabu siap edar seberat 85 gram, sebanyak 17 saset sedang, uang tunai hasil penjualan sabu sebesar Rp 12,5 Juta serta dua buah kartu ATM.

Mereka dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2, UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.(Rez/Ril)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: