Cakrawala News
Portal Berita Online

Terdampak Kebijakan Larangan Mudik, Omzet Perajin Ketupat Turun

0 491

Madiun, Cakrawala.co – Perayaan Idul Fitri 1 Syawal dan Lebaran Ketupat sepekan setelahnya, adalah dua hal penting dalam tradisi masyarakat jawa. Pada dua perayaan inilah ketupat atau kupat seperti menjadi hidangan wajib.

Pada Idul Fitri 2021, pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik. Dampaknya dirasakan Totok Priyanto, salah seorang dari sejumlah penjual ketupat, di sentra pembuat ketupat, Jalan Tapassari, Manisrejo – Kota Madiun. Totok mengaku omzet nya turun, bahkan hingga seratus persen dibanding perayaan lebaran ketupat tahun sebelumnya.

“Lebaran Ketupat tahun ini pembelinya jauh lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Mungkin karena ada kebijakan larangan mudik, banyak warga Madiun yang di luar kota nggak mudik tahun ini. Kalau masih ada yang beli, ya tidak sebanyak tahun lalu,” ujar Totok.

Totok menyebut, sebelum pandemi Covid-19 biasanya dirinya mampu memproduksi ketupat hingga 2000 ketupat dalam sehari. Namun pada lebaran tahun ini, yang kali kedua dalam masa prihatin pandemi Covid-19 dan kebijakan larangan mudik, Totok hanya memproduksi 1000 ketupat, akibat sepinya permintaan ketupat.

“Satu ketupat yang sudah matang, harganya dua ribu rupiah, dan satu ikat isinya sepuluh buah ketupat,” kata Totok.

Selain memproduksi ketupat, para perajin ketupat di sentra ketupat ini juga memproduksi lepet, lontong, opor dan sayur pelengkap hidangan ketupat.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.