Cakrawala News
Portal Berita Online

Temu Mayat Di Rancakole Banjar Ternyata Hoax

0 25

BANJAR JABAR CAKRAWALA.CO ,- Terkait beredarnya kabar bahwa ada seorang kakek tanpa identitas yang tewas di salah satu masjid di dusun Rancakole, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Sabtu (22/6/2019), ternyata hanya isapan jempol semata alias hoax. Kabar tersebut cukup menghebohkan warga Banjar, lantaran beredar di media sosial facebook dan whatsapp.

Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoax. Menurutnya, ia tidak menerima laporan dari anggotanya bahwa ada seorang kakek yang meninggal di sebuah masjid di wilayah (Rancakole) tersebut.

“Saya tidak menerima laporan dari anggota terkait ada temu mayat di wilayah Rancakole,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/6/2019).

ads bukopin

Dalam hal ini, ia menghimbau kepada warga khususnya pengguna media sosial untuk teliti dalam menyebarkan informasi.

“Saya himbau kepada warga untuk berhati-hati dalam menyebarkan segala informasi, harus difilter kemudian diteliti dulu kebenaran informasi tersebut,” katanya.

Masih kata Yulian, soal penyebaran berita hoax itu menurutnya belum ada penanganan dari Polres Banjar. Pasalnya hoax ditangani oleh Polda dan Mabes Polri.

Hal yang sama dikatakan Sekdes Mulyasari, Ari. Menurutnya, ia bersama warga sudah berkeliling di wilayah dusun Rancakole, Banjar tentang kebenaran kabar tersebut. Namun, setelah menanyakan hal ini kepada setiap warga, ternyata tidak ada satu pun yang mengetahui akan adanya temu mayat di salah satu masjid di Rancakole, Banjar, Jawa Barat.

“Saya sudah mencari dan menanyakan informasi tersebut ke setiap warga, tapi tidak ditemukan adanya orang meninggal dunia di dalam masjid di Rancakole (Banjar),” ujarnya.

Informasi hoax ini pun mendapat tanggapan dari Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana. Menurutnya dari awal pemerintah sudah menyampaikan dan mengkampanyekan anti hoax. Hal ini karena hoax itu sangat mengganggu.

“Seperti berita hoax kemarin itu kan membuat orang terganggu, minimal
membaca, mempertanyakan lalu menyebarkan. Sebenarnya orang yang memposting di medsos itu hanya aspek kemanusiaan yakni
memberitahukan lalu dengan harapan pihak keluarga korban bisa menemukan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa ketika ada berita atau informasi, seharusnya jangan ditelan mentah-mentah, tapi harus dicerna dulu dan diteliti kebenaran berita tersebut.

“Saudara atau teman kita yang memposting itu tepancing hanya emosional karena hanya ingin
memberikan bantuan kalau berita itu benar, keluarganya akan segera menemukannya tapi berita
tersebut tidak diteliti dulu dengan pasti sehingga menjadi info hoax atau bohong,”katanya.

Nana berharap agar masyarakat pandai-pandai dalam menggunakan media sosial. Masyarakat juga harus bisa memilih dan memilah setiap berita, dipelajari dulu kebenarannya sehingga jangan sampai berita tersebut malah akan mengakibatkan kerugian bagi dirinya sendiri juga orang lain.

Tewasnya seorang kakek di sebuah masjid memang benar adanya, namun bukan di wilayah Rancakole, Kota Banjar, Jawa Barat, melainkan di wilayah Dusun Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.***Hermanto

Leave A Reply

Your email address will not be published.