Cakrawala News
Portal Berita Online

Teknologi Hadir untuk Memberi Kemudahan Bagi Manusia untuk Menjalani Kehidupan

0 94

KABUPATEN SUKABUMI JABAR CAKRAWALA.CO – Teknologi hadir di tengah kita untuk memberi kemudahan bagi manusia untuk menjalani kehidupan ini. Namun apakah benar manusia ini mendapatkan kemudahan atau justru teknologi yang mengendalikan manusia.

Agreinda Helmiawan dosen STMIK Sumedang dalam paparannya di acara Webinar Literasi Digital Nasional 2021 untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/7/2021) mengatakan, ambil contoh saat kumpul keluarga atau teman-teman bukannya menikmati kebersamaan tetapi malah asik dengan gawai masing.

Lalu sebagai apa kita di dunia digital? Apa kita selalu menerima informasi, menggunakan aplikasi saja. Padahal kita juga sebagai kreator membuat konten bahkan kita suatu saat bisa menjadi membuat aplikasi.

ads harlah pkb

“Paling tidak kita bisa menjadi pengolah dan pembuat informasi positif yang bisa bermanfaat bagi warga digital. Bukan hanya menerima informasi yang terkadang hoaks,” jelasnya.

Berharap menjadi pembuat informasi namun terkadang, warganet malah bingung apa yang ingin di-posting atau konten seperti apa. Sangat sulit, layaknya sedang mengikuti ujian. Menurut Agreinda, jika memang belum bisa menulis caption yang panjang atau konten dengan durasi lama, sebaiknya buat saja sesuatu yang mencerahkan, inspiratif, informatif atau membahas sebuah berita positif. Menceritakan sosok inspiratif yang kita temui di jalan, menelusuri makanan enak di kota Anda.

“Sudah seharusnya kita yang mengendalikan teknologi, kita yang mengendalikan arus informasi positif atau negatif. Kita bisa menggirinv bahwa semua yang ada di dunia digital ini positif,” ungkap Relawan TIK ini.

Lantas, apa ciri-ciri jika teknologi itu mengendalikan kita. Secara tidak sadar, kita mudah percaya dengan apapun informasi di sana atau kita malah bertengkar dengan sesama warga digital karena sebuah informasi yang nyatanya hoaks dibuat hanya untuk memecah belah. Hal seperti itu yang mengartikan teknologi mengendalikan manusia. Jika saja kita bisa lebih kritis, dapat mengecek alamat situs dengan benar, terus cari fakta, membaca tidak setengah-setengah artikel.

Harus selalu curiga dengan judul yang provokatif dan kita bisa teliti sebelum berbagi. Jika sudah seperti itu, berarti manusia yang mengendalikan teknologi. Kita yang mengendalikan arus di ruang digital jangan sampai banyak hal buruk.

Agreinda juga menyoroti soal karakter seseorang yang berbeda di dunia nyata dan maya. “Terkadang di ruang digital itu membuat kita memiliki karakter atau pribadi yang lain dibanding diri kita sendiri atau sebenarnya karakter kita di dunia maya adalah karakter kita sesungguhnya,” jelasnya.

Pada akhirnya orang akan melihat diri kita berdasarkan apa yang kita tunjukkan di dunia maya. Karakter diri kita itu tercermin dari postingan media sosial kita dan following kita atau apa yang kita ikuti di media sosial. Seseorang atau komunitas dapat mempengaruhi karakter kita juga.

Di kehidupan nyata ada istilah, kalau kita bergaul dengan penjual parfum kita akan ikut wangi. Maka, postingan, konten yang berasal dari akun yang kita ikuti secara tidak langsung akan membentuk karakter kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (15/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Litani B. Wattimena (praktisi komunikasi strategis), Khemal Andreas (CEO NXG Indonesia), Bowo Suhardjo (Konsultan Ekonomi) dan Nattaya Laksmi Melati sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***red

Leave A Reply

Your email address will not be published.