Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Tawarkan Cewek ABG Bawah Umur Lewat Facebook, 3 Mucikari Online Dibekuk Satreskrim

0 188

 

Solo Cakrawala.Co,-Tiga orang mucikari online di kota Solo,Jawa Tengah.Dibekuk jajaran kepolisian Sat Reskrim Polresta Solo.Ketiga pelaku berhasil ditangkap,usai menawarkan tiga orang yang masih dibawah umur melalui aplikasi Facebook.Kini mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatanya.

 

 

 

Ketiga orang pelaku yang masing masing berinisial LG, 32, warga Jebres, Solo, WE, 21, warga Pancoran, Jakarta Selatan, dan DA, warga Mojogedang, Karanganyar,Rabu(10/03/2021) siang hanya bisa pasrah saat mengikuti pers rilis di Mapolresta Solo.

 

Di hadapan Polisi dan awak media Salah satu tersangka LG, mengaku nekat menjadi mucikari karena faktor ekonomi.dimana tiga korban merupakan rekan di salah satu indekosnya. Lg juga mengaku diberi uang tunai oleh korban setelah korban selesai menemui pelanggan.

 

 

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak,dalam keteranganya,Rabu (10/3/2021), menjelaskan ketiga orang pelaku ditangkap pada awal Maret lalu di salah satu hotel wilayah Gilingan, Banjarsari, Solo. Ungkap kasus itu berawal saat Tim Siber Patroli Polresta Solo menemukan akun media sosial yang terindikasi mentransmisikan informasi elektronik yang mengandung unsur asusila.

 

Kepolisian lantas menyelidiki akun Facebook milik tersangka LG itu. Tersangka LG memberikan nomor Whatsapp kepada calon pelanggan untuk mengirimkan foto-foto korban yang masih di bawah umur. LG memasang tarif senilai Rp500.000 untuk sekali pertemuan. Saat sudah deal, LG meminta WE dan DA mengantarkan korban ke hotel.

 

“Ada tiga orang korban anak yakni ND, 15, D, 16, dan R, 16. Masing-masing korban dalam setiap transaksi memberikan Rp200.000 kepada tersangka LG. Hubungan tersangka dan para korban merupakan rekan,” papar dia. Ia menambahkan korban ND telah dieksploitasi sebanyak tujuh kali, korban D sebanyak tiga kali, dan korban R dieksploitasi sebanyak dua kali.

 

Kapolres menambahkan para korban yang merupakan rekan tersangka, dirayu akan diberi sejumlah uang. Menurutnya, kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap korban maupun tersangka lain yang terlibat. Menurutnya, Tim Siber Polresta Solo masih terus memantau praktik-praktik prostitusi ruang digital.

 

“Apapun kondisinya, kami akan melindungi anak-anak agar tidak terjerat iming-iming yang membuat anak-anak tanpa sadar menjadi korban korban eksploitasi,” papar dia. Menurutnya, saat ini tiga korban anak itu sedang menjalani rehabilitasi mental dan sosial. Seluruh korban berstatus putus sekolah. Pada saat bersamaan, kepolisian tengah masif memberantas prostitusi jalanan untuk membebaskan Solo Bebas Pekat. Menurutnya, praktik prostitusi hasil penyelidikan kepolisian kerap menggunakan losmen atau hotel. Ia mengaku telah mendata hotel-hotel itu.

“Kami peringatkan pengelola hotel atau losmen agar tidak memberi ruang bagi praktik prostitusi di hotel. Ingat, barang siapa yang memudahkan praktik prostitusi dapat dijerat hukum. Mari bersama hentikan prostitusi,”pungkasnya.

 

Selain membekuk para pelaku,Polisi juga menyita sejumlah barang bukti,uang tunai Rp1 juta dari tangan tersangka WE, satu unit handphone bermerek Redmi milik korban ND, satu unit handphone Oppo milik tersangka LG, satu unit sepeda motor Yamaha Mio berplat AD 6022 QS milik tersangka WE, satu unit Honda Vario berplat AD 4266 AEF milik tersangka DA.

 

Atas perbuatanya ketiga tersangka dijerat Pasal 76 I juncto Pasal 88 Undang-Undang Republik Indonesia No.35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23/2002 Tentang Perlindungan Anak.Dengan  ancaman hukuman 10 tahun di penjara. (AgB)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.