Cakrawala News
Portal Berita Online

Tawaf Wada, Tawaf Perpisahan yang Mengharukan

144

MEKKAH, CAKRAWALA.CO – Kepulangan jamaah haji gelombang satu hanya tinggal menghitung jam. Rabu besok (6/9) sebanyak 11 kloter jamaah haji gelombang satu akan dipulangkan melalui bandara Madinah dan Jeddah.

Menjelang pulang ke tanah air, jamaah haji masih memiliki satu ibadah yang tak kalah pentingnya di tanah sauci, yakni Tawaf Wada.

Wada artinya perpisahan, Tawaf Wada atau Tawaf Perpisahan adalah salah satu ibadah wajib untuk dilaksanakan sebagai pernyataan perpisahan dan penghormatan kepada Baitullah dan Masjidil Haram. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Tawaf Wada disebut juga Tawaf Shadar (Tawaf Kembali)  karena setelah itu jama’ah akan meninggalkan Mekkah untuk pulang ke tanah air masing-masing. Dalam pelaksanaannya sama dengan tawaf yang lainnya, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua putaran.

Jamaah haji Indonesia sedang melakukan tawaf (dok KW 2016)

Tawaf Wada adalah tugas terakhir dalam pelaksanaan ibadah haji maupun dan ibadah umrah. Bagi jama’ah yang belum melakukannya belum boleh meninggalkan Mekkah, karena hukumnya Wajib. Bila tidak dikerjakan maka wajib membayar Dam, dan bila sudah mengerjakan maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram.

Jika Jama’ah sudah keluar Masjidil Haram, maka hendaklah segera pergi sebab kalau jama’ah masih kembali ke masjid, diharuskan mengulangi Tawaf Wada.

Wanita yang sedang Haid dibebaskan dari Tawaf wada dan ia boleh langsung meninggalkan Mekah. Hal ini dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas yang artinya : “Manusia diperintahkan supaya akhir perjumpaan (dengan Baitullah) itu dengan menjalankan Tawaf di Baitullah, akan tetapi hal ini diringankan bagi perempuan-perempuan yang sedang Haid.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Saat menjalankan Tawaf Wada sebagian besar jamaah haji biasanya menangis karena akan meninggalkan tanah suci. Di dalam doanya, jamaah haji umumnya memanjatkan harapan agar dapat kembali ke tanah suci memenuhi panggilan NYA, Insya Allah. *** (KW)

Comments are closed.