Cakrawala News
Portal Berita Online

Tatakrama di Ruang Digital

0 145

KABUPATEN CIREBON JABAR CAKRAWALA.CO – Tentunya dalam menggunakan internet ataupun teknologi pasti ada etikanya atau yang dikenal dengan etika digital. Etika digital adalah sejumlah aturan dalam menggunakan teknologi internet. Di dunia ini tidak hanya menggunakan teknologi internet untuk mempermudah pekerjaan atau kebutuhan manusia, mereka juga menggunakan teknologi internet untuk melakukan kejahatan atau yang disebut dengan cybercrime. Cybercrime biasanya dilakukan di media sosial karena di media sosial banyak sekali berbagai macam suku, karakter, gaya hidup yang berbeda-beda dan kita tidak tahu motif mereka dalam menggunakan internet atau media sosial.

Etika dalam berkomunikasi menggunakan internet juga turut diatur atau disebut dengan netiket. Dalam berinternet diperlukan etika dan tata caranya sendiri seperti halnya mengirim surat menggunakan media sosial dan sebagainya.

Agus Setiono, dosen Muhammadiyah Cirebon menjelaskan, tata krama untuk menjadi warga digital yang baik dan benar harus sinkron juga berkesinambungan. Sebelum kita berkomunikasi di dunia digital baik itu di email, post Facebook Twitter blog forum Instagram telegram lain dan lain-lain banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Beretika di ruang digital ini yang harus dipahami adalah bagaimana kita memberikan informasi yang benar.

“Bukan berita bohong yang disebar atau sesuatu yang belum jelas yang kita bagikan kepada orang lain. Khawatirnya Informasi yang tidak jelas tersebut dapat menyesatkan sehingga membahayakan orang yang membacanya,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021)siang.

Dalam etika berinternet juga jangan sampai apa yang kita komentari menyakiti hati orang lain atau juga mengganggu sebuah kelompok. Tentu akibatnya jika kita tidak hati-hati akan memicu konflik di ruang digital. Perhatikan juga konten yang kita buat atau kita bagikan itu apakah merupakan karya milik orang lain jangan sampai kita menjadi plagiat. Kita harus menghargai karya orang lain, selain itu juga di ruang digital ada hak kekayaan intelektual yang harus diperhatikan. Tidak sembarangan orang dapat menggunakan milik orang lain.

“Konten yang kita buat apa yang kita sajikan apa yang kita bagikan pada orang lain itu sebaiknya sesuatu yang penting. Dapat memberi informasi atau edukasi untuk orang lain minimal dapat mencerahkan dan memberikan motivasi untuk orang lain,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon B, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Byarlina Gyamitri (konsultan SDM), Muhammad Arifin (Relawan TIK Indonesia), Mochamad Herdian Bhakti (dosen), dan Winda Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.