Cakrawala News
Portal Berita Online

Tasyakuran Kemerdekaan RI ke 75 Relawan Wong cilik, Dilakukan Secara Sederhana Ditengah Pandemi Covid

100

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Dirgahayu Kemerdekaan RI ke 75 dilakukan secara sederhana, dilakukan relawan wong cilik pendukung Senadi Harjo. Tasyakuran yang diawali dengan doa untuk Indonesia dan khususnya Sidoarjo agar lebih baik, sejahterah ini dilakukan di rumah Cawabup, di daerah Kecamatan Tarik, 7 Agustus 2020.

Tasyakuran ini melibatkan puluhan relawan puluhan relawan wong cilik. Saat acara berlangsung, Senadi Harjo terlihat membaur bersama. Mereka duduk bersila dikelilingi nasi tumpeng yang berjajar rapi. Usai berdoa, Cawabup mendapatkan potongan nasi tumpeng pertama.

“Nilai yang bisa kita petik dari acara ini adalah hubungan Allah dengan manusia melalui Adam dan Hawa terciptalah manusia-manusia yang lain. Disini ada suatu aturan suci tujuanya mengatur manusia dengan manusia tidak saling membenci, karena didalam wadah manusia ada nafsu kebaikan dan ketidak baikan. Disini Allah menurunkan firman-firman sehingga lahirlah 4 kitab, Zabur, Taurat, Injil dan Al qur’an sebagai penyempurna,” kata Senadi Harjo dalam sambutanya.

ads bukopin

Masih dikatakan Senadi Harjo, supaya manusia dalam mengerakkan hawanya tetap tegak lurus suatu kebaikan jangan sampai menjalankan ketidakbaikan dari sisi kiri yakni angkara. Karena sesunguhnya leluhur kita mengali potensi diri yang namanya Merah Putih itu dari ciptaan Tuhan, ‘tapi kita melupakan’.

“Pada kesempatan ini saya kembali mengingatkan bendera merah putih siapa yang menciptakan yakni Bung Karno, yang menjahit Ibu Fatmawati. Bendera merah putih ada sejak kapan, simbul merah putih ada sejak Mojopahit yakni bubur abang bubur putih. Adanya manusia itu sejak adanya Adam dan Hawa, merah itu Ibu dan putih dari Bapak. Menyatunya merah putih ini sesunguhnya adalah Kita,” kata Senadi Harjo.

Setelah merah putih ada, lahirlah garuda Pancasila yang kita lebih kenal dasar negara kita. Cawabup mengatakan, tasyakuran ini sebagai ungkapan syukur warga atas kemerdekaan RI, sekaligus momen untuk mendoakan para pahlawan yang telah berjasa merebut kemerdekaan Indonesia.

Diakhir sambutanya Senadi Harjo mengucapkan terima kasih kepada teman-teman relawan wong cilik yang sudah menyisihkan tenaga, waktu dalam mengadakan kegiatan tasyakuran.  “Maturnuwon yang sudah bantu, nasi, ikan dan makan minumnya. Wong Cilik bersatu ya…seperti ini bisa mengalahkan segalahnya praktek-praktek jahat membeli suara atau money politic,” (Win)

 

Comments are closed.