Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Tarumartani Siap Tangani Ketahanan Pangan DIY

0 26

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Selama ini ketahanan pangan di DIY mempunyai permasalahan, baik di tingkat proses produksi pertanian maupun di level hilir pascapanen . Oleh karena itu, diperlukan sistem pengelolaan pangan terpadu yang mengintegrasikan dari  sektor hulu hingga hilir, sehingga potensi pertanian DIY bisa optimal dan ketahanan pangan terjamin secara berkelanjutan.

 

Hal itu dikatakan Dirut PT Tarumartani Drs Nur Achmad Affandi MBA dalam diskusi bertema ‘Tarumartani dan Ketahanan Pangan DIY’, di gedung PT Tarumartani Yogyakarta, Sabtu (4/7). Diskusi juga menghadirkan pembicara Anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman SIP MSi.

 

Perusahaan daerah.milik Pemda DIY PT Tarumartani sejak 2019 diberi tugas oleh Gubernur DIY untuk mengelola cadangan pangan, yang pelaksanaannya bekerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan anggota Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi).

 

” Saat ini ada  326 ton cadangan pangan yang dititipkan di Tarumartani oleh Pemda DIY, Pemkab Sleman dan Pemkot Yogyakarta, sedangkan tiga kabupaten lain juga telah berkomitmen serupa,” ungkap Nur Achmad Affandi.

 

Lebih lanjut Nur Achmad menjelaskan  rendemen padi di DIY sangat rendah, rata-rata hanya 46 persen, artinya hasil beras yang dihasilkan dari proses penggilingan gabah di bawah 50 persen. Gapoktan mengatakan hal itu disebabkan bibit yang kurang bagus, dan kurangnya modal untuk membeli pupuk dalam jumlah yang cukup. 

 

“Bibit bagus dan pupuk cukup mungkin bisa dibiayai dengan lembaga keuangan milik Pemda dan Pemkab/Pemkot. Namun semua itu tidak ada artinya kalau tdk ada kepastian pasar. Kalau produk beras tidak diserap oleh pasar, akhirnya petani yang jadi rugi,” tandas Nur Achmad.

 

Gapoktan dan Perpadi mengeluhkan bahwa ketika beras dilempar ke pasar, ternyata orang DIY tidak ambil beras dari DIY. Bahkan untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di DIY pun berasnya didatangkan dari luar daerah. 

 

“Pangan di DIY harus dikelola dalam satu sistem dari hulu sampai ke hilir. Pasar harus diposisikan sebagai  captive marketyang wajib mengambil dari hasil industri pertanian dari daerah setempat,” terangnya.

 

Sementara itu anggota komisi B dari fraksi Golkar DPRD DIY Nurcholis Suharman menyatakan PT Tarumartani dengan sumber dayanya sangat dimungkinkan untuk  menjadi BUMD yang ditugaskan mengelola sistem pangan terintegrasi di DIY. Peran pengendalian ketahanan pangan ke depan bahkan bisa diperluas ke produk selain beras, seperti yang dilakukan BUMD di DKI Jakarta. 

 

“Kami berharap  Gubernur memberi kewenangan lebih kepada Tarumartani. Ini perlu diatur dengan Pergub, termasuk formulasi perannya agar tidak tumpang tindih dengan dinas-dinas yang ada,” pungkas Nurcholis.( Okta/ Santosa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: