Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Tari Tumandang Gawe Garapan IKIP PGRI Wates Pentas Rutin di Bandara YIA Tiap Rabu

0 144

Kulon Progo, Cakrawala.co – Ada well come ceremony keren di pelataran pintu keberangkatan Bandara Yogyakarta International Airport ( YIA), Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) setiap hari Rabu.

Yakni pagelaran Tari Tumandang Gawe yang diperagakan oleh  puluhan penari dari Sportart Com IKIP PGRI Wates, Kulon Progo selama lebih dari 5 jam non stop dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IKIP PGRI Wates, Dr. Joyo Sumpono mengatakan, Pagelaran Tari Tumandang Gawe di Pelataran Pintu Keberangkatan Bandara YIA ini sudah berlangsung lima kali, sejak dilakukannya kerjasama antara IKIP PGRI Wates dengan pihak Pengelola Bandara YIA, beberapa waktu lalu.

Pagelaran Tari Tumandang Gawe di Pelataran Pintu Keberangkatan Bandara YIA Temon Kulon Progo sendiri melibatkan 50 orang mahasiswa dari Sportart Com Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni Budaya, IKIP PGRI Wates, dengan didampingi beberapa seniman dari sanggar tari dan akademisi dari ISI Yogyakarta.

Joyo Sumpono mengatakan, kenapa dipilih Tari Tumandang Gawe untuk pagelaran rutin di Prelataran Pintu Keberangkatan Bandara YIA, karena tarian ini dinilai memiliki filosofi yang sangat dalam mengandung pesan-pesan moral yang luar biasa.

“Tari Tumandang Gawe itu bermakna cekatan cak-cek bahasa jawanya. Tarian  ini memberi pelajaran bahwa generasi muda bangsa ini harus cepat bereaksi, bergerak, tetapi tidak boleh tercerabut dari akar budayanya sendiri. Harus cepat memang tetapi tidak boleh jadi robot,” kata Joyo Sumpono.

 

Pagelaran semacam ini, ke depan juga akan dikerjasamakan dengan berbagai lembaga lain seperti pengelola wisata, desa wisata budaya, dan institusi lain, agar pesan penting tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Kami berharap Tari Tumandang Gawe ini menginspirasi generasi muda bangsa ini bahwa pendidikan bukan cuma teori tetapi perlu diimplementasikan dengan tindakan. Tari Tumandang Gawe itu memberi gambaran bahwa kehidupan zaman ini harus cekatan, karena berpacu dengan teknologi, ” katanya.

Joyo Sumpono menegaskan, bahwa Tari Tumandang Gawe yang diperagakan oleh para penari Sportart Com IKIP PGRI Wates ini memang bukan tari orisinal, melainkan sudah mengalami modifikasi hasil kreasi para mahasiswa, seniman tari dari sanggar dan akademisi ISI Yogyakarta.

Joyo Sumpono berharap, Tari Tumandang Gawe hasil modifikasi Sportart Com IKIP PGRI ini nantinya bisa semakin berbaur di masyarakat melalui berbagai akses seperti pentas wajib di sejumlah destinasi wisata, atau pagelaran-pagelaran resmi desa budaya, desa wisata, dan event-event kebudayaan.

“Karena Tari Tumandang Gawe memang belum banyak diketahui masyarakat, baru dilihat dikalangan yang terbatas, maka kita akan melakukan upaya pemasyarakatan tarian ini dengan berbagai cara,” katanya.

Sehingga pada saatnya kita semua akan melihat, bahwa Tari Tumandang Gawe memiliki peranan penting agar masyarakat memiliki kecerdasan emosional menghadapai perubahan zaman yang demikian cepat sekarang ini. Kita mulai dari Pelataran Pintu Keberangkatan Bandara YIA ini,  ujarnya.

“Itu pemikiran kita, dan IKIP PGRI Wates harus tanggap, tanggap ing sasmito dan pada saatnya kampus ini bisa menjadi pusat study seni budaya melalui jalur pendidikan sehingga budaya akan menjadi ciri khas IKIP PGRI Wates,” jelas Joyo Sumpono.

Sementara Ketua UKM Sportart Com IKIP PGRI Wates, Kulon Progo, Ratna Wijayanti menyatakan, karena pagelaran ini rutin maka tantangan terberatnya adalah menjaga stamina penari dan jadual  kuliahnya, karena mereka mahasiswa  aktif dari berbagai jurusan di IKIP PGRI Wates.(gon)

Leave A Reply

Your email address will not be published.