Cakrawala News
Portal Berita Online

Tanggapan Wasekum MD KAHMI Blitar Atas Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM Hari Ini

0 230

BLITAR CAKRAWALA.CO – Wasekum MD KAHMI Blitar, Demi Allam Sahati menilai, aksi unjuk rasa kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Islam Blitar yang menolak kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Kabupaten Blitar pada siang hari ini (8/9/2022) sudah tidak relevan lagi.

Menurut Demy, aksi itu seharusnya dilakukan sebelum kenaikan tanggal 3 September lalu. Narasinya tidak lagi menolak kenaikan harga BBM tapi menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM.

“Aksi itu seharusnya sebelum kenaikan tanggal 3 September kemarin, bukan hari ini. Narasinya bukan lagi menolak kenaikan tetapi menuntut pemerintah menurunkan harga BBM,” ujar Demy, Kamis (8/9/2022).

Demy juga menilai, aksi kawan-kawan mahasiswa sarat kepentingan dan tidak murni lagi. Selain itu terkesan hanya sebagai formalitas saja ditambah lagi hadirnya pimpinan aliansi mahasiswa dengan pihak Kepolisian Resort Blitar dalam sebuah acara Dialog Bersama Mahasiswa (Diagram) meski disebut sebagai agenda rutin.

“Saya menduga aksi ini tidak murni, hanya sekedar formalitas. Kemarin memang ada instruksi dari pengurus pusat untuk menggelar aksi penolakan kenaikan BBM tertanggal 31 Agustus. Lha sekarang kan sudah naik harganya tapi tetap menggunakan tema yang sama menolak kenaikan harga BBM. Bagaimana mungkin kader intelektual tidak peka terhadap hal seperti ini,” tegas dia.

Demy pun berpandangan bahwa secara etis juga bermasalah dimana dua hari menjelang aksi, pimpinan aliansi hadir saat diundang Polres Blitar dalam agenda Diagram dan menerima bingkisan dari Kapolres.

Ketua HMI Cabang Blitar menerima bingkisan dari Kapolres Blitar usai acara Diagram pada Selasa (6/9/2022)

“Kita tidak tahu isi bingkisan itu apa tapi kan menimbulkan kecurigaan publik. Apalagi ada tulisan ‘Semoga berkenan’. Jangan-jangan maksudnya berkenan untuk digembosi,” ungkapnya.

Terakhir, Demy mengharapkan agar aksi mahasiswa lebih kritis dan up to date yang lahir dari keresahan rakyat dan tidak sekedar formalitas apalagi menyeleweng dari etika dengan dalih apapun.

“Saya harap adik-adik kawan mahasiswa bisa lebih kritis, up date dan independen dalam menyalurkan aspirasi. Saya mengkritik seperti ini bukan artinya menolak aksi kalian tapi semestinya aksi ini bisa lebih maksimal,” pungkas Demy. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.