Cakrawala News
Portal Berita Online

Talud Kali Jenes Sepanjang 16 meter di Pasar Kliwon Solo Ambrol, Warga Was Was

0 212

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Talud Kali Jenes yang berada di Mertodranan RT 01 RW 03, Kelurahan Kecamatan Pasar Kliwon, Solo,Jawa Tengah.ambrol.Selain disebabkan kondisi talud memang sudah keropos dan retak retak,derasnya arus Kali saat hujan deras Minggu (15/11/2020) kemarin juga menjadi pemicunya.

 

 

Ambrolnya talud Kali Jenes yang berada di kampung  Mertodranan RT 01 RW 03, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon,Solo,Jawa Tengah.Sepanjang 16 meter tersebut selain merusak sejumlah sarana prasarana,seperti tiang lampu penerangan jalan juga tempat duduk, pepohonan, dan pagar pembatas.

 

ads bukopin

Ketua RT 01 RW 03,Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon,Solo Murdiyanto.ditemui di dekat lokasi talut yang ambrol,Senin(16/11/20) mengatakan,”Talud tersebut ambrol sepanjang 16 meter pada Minggu (15/11/20) kemarin,saat hujan deras.

Arus sungainya cukup deras,dan juga ada gorong gorong yang tersumbat,”Jadi airnya menyebar dan mendorong talud sungai hingga ambrol.”ungkapnya.

 

Murdiyanto menambahkan, talud peninggalan Belanda yang berada di wilayah RT 01 RW 03 yang terbuat dari susunan bata merah sudah banyak yang retak.”Warga berharap talud segera diperbaiki, supaya warga tidak was-was lagi,pasalnya rumah warga dan talut yang ambrol dan juga retak retak sepanjang 125 meter tersebut hanya berjarak sekitar dua meter dari rumah rumah warga,”Pungkasnya.

 

Sementara itu,Walikota Solo.FX Hadi Rudiyatmo,saat Dikonfirmasi,Senin(16/11/20) terkait talut Kali Jenes yang ambrol meminta DPUPR berkoordinasi dengan BBWSBS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo) untuk melaksanakan perbaikan.”Otomatis Dinas PUPR langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Bengawan Solo.Namun demikian,kalau itu nanti memang membahayakan,kita langsung bisa bergerak,”ungkap Rudy.

 

Rudi menambahkan,”Talut di kawasan Mertodranan,Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo tersebut memang sudah lama,sudah berpuluh puluh tahun,dan memang juga sudah direnovasi beberapa kali,”tambahnya.

 

Menurut Rudy perlu dilakukan manteling seperti talud Sungai Pepe yang dilakukan BBWSBS. Bangunan talud di kawasan Mertodranan dari batu bata perlu menggunakan beton. “Itu dimanteling kaya di sungai Pepe itu. Batu bata kalau kena air terus menerus lama lama jadi keropos juga,mudah hancur,” pungkasnya.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.