Cakrawala News
Portal Berita Online

Tak Mau Kecolongan Lagi, Kegiatan Suro Sebanyak 1.060 Personil Gabungan Diterjunkan

0 39

MADIUN, CAKRAWALA.CO –  Pada bulan Juni 2020 masih ingat kita terjadi bentrokan antar pesilat di Desa Sugiwaras Kecamatan Saradan, Madiun.  Guna mengecek kesiapan akhir personil dan segenap potensi masyarakat serta kelengkapannya sebelum diterjunkan ke lapangan, Polres Madiun melaksanakan apel gelar pasukan malam 1 suro dan 1 suro, di lapangan Tri Brata Mako Polres Madiun, Selasa 18 Agustus 2020.

Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto usai apel gelar pasukan menjelaskan, untuk kegiatan pengamanan malam 1 suro dan 1 suro, masing-masing perguruan sudah melaksanakan kesepakatan, bahwa kegiatan tersebut ditiadakan dan sudah ditandatangani oleh masing-masing ketua perguruan.

“Kegiatan malam 1 suro dan 1 suro untuk tahun ini sepakat untuk ditiadakan, dalam arti untuk kegiatan nyekar diimbau tidak dilaksanakan,” kata Kapolres.

ads bukopin

Kemudian untuk kegiatan pengesahan anggota baru, untuk dapat dilaksanakan di masing-masing ranting perguruan. Namun demikian Kapolres menegaskan, pihaknya sudah mengantisipasi dalam hal melakukan pengamanan mulai tanggal 19 sampai selesai. Yakni dengan menerjunkan 1.060 personil, yang terdiri dari gabungan TNI – Polri dan dibantu instansi terkait. Dari jumlah tersebut akan disiagakan di 8 titik penyekatan, yaitu pintu masuk perbatasan Nganjuk, Ngawi, Ponorogo dan Magetan.

“Selain di titik-titik penyekatan tersebut, personil juga akan tetap melaksanakan giat patroli. Ini untuk mengantisipasi apabila ada perguruan yang berdatangan masuk ke wilayah Madiun,” ungkap AKBP Eddwi.

TNI – Polri juga bakal memperkuat personil siaga di kantong dan basis perguruan, hal ini sebagai antisipasi kejadian seperti peristiwa sebelumnya, baik aksi provokasi, pelemparan maupun bentrokan. Beberapa lokasi yang dilakukan penyekatan, yakni di Caruban, Nglames dan Kota Madiun, masing-masinh sekitar100 personil.

Sementara itu, Komandan Kodim 0803/Madiun, Letkol Czi Nur Alam Sucipto menambahkan, pelaksanaan suro dan suran agung untuk tahun ini berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Ini karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 (virus Corona), maka tidak ada kegiatan yang terpusat melainkan di ranting masing-masing perguruan.

“Dalam beberapa rapat koordinasi yang sudah dilakukan, bahwa kegiatan terpusat ditiadakan, karena berpotensi kerumunan masa. Alhamdulillah, semua perguruan juga memahami hal tersebut,” kata Dandim.

Dandim mengaku, selain penempatan personil di titik penyekatan, pihaknya bersama instansi terkait juga menurunkan pasukan di masing-masing ranting. Hal ini untuk memantau penerapan disiplin protokol kesehatan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh tiap-tiap perguruan. Bentuk pantauan itu diantaranya, peserta giat harus mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kita tidak bisa melihat siapa saja yang terpapar Covid-19. Sampai saat ini pun vaksin nya juga masih belum ditemukan. Untuk sementara waktu, vaksin yang paling ampuh adalah disiplin protokol Covid-19 adalah 3M. Yakni Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak,” imbuh Letkol Czi Nur Alam.

Dandim mengimbau kepada semua perguruan silat dan masyatakat, untuk mematuhi kesepakatan yang telah ditandatangani. Hal ini untuk menciptakan suasana aman dan nyaman selama pelaksaan kegiatan. Tindakan tegas bakal dilakukan kepada pesilat yang nekat masuk, dengan mengarahkan untuk putar balik kemabali ke daerah asal masing-masing. “Segala yang berbau provikasi akan kita tindak tegas,” pungkas Dandim.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.