Cakrawala News
Portal Berita Online

Tabrak Orang Hingga Tewas di Madiun, Sopir Furniture Ditangkap di Sidoarjo

0 9

Madiun, Cakrawala co – Polres Madiun menggelar pers rilis kasus tabrak lari di tol Solo – Kertosono KM 622+209A, tepatnya di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, yang terjadi pada Selasa (25/1/2022), sekira pukul 05.16 WIB dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Kapolres Madiun, AKBP Anton Prasetyo menjelaskan kronologi awal kejadian, kendaraan jenis truk tronton mengangkut furniture, dengan Nopol B 9110 UEW yang dikemudikan Sukiman (51) warga Desa Taraban, Kecamatan Pagoyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini melaju dari arah barat menuju ke timur, atau dari arah Solo ke Madiun.

“Kejadiannya pada hari Selasa pagi, tanggal 25 Januari 2022 sekira pukul lima lebih enam belas menit,” ujar Kapolres dalam keterangan pers rilisnya, Rabu (26/1/2022).

Kapolres Madiun, AKBP Anton Prasetyo menunjuk sebelah kiri truk yang kaca spion nya sempat pecah dan diganti

Anton melanjutkan, di lokasi kejadian, berhenti sebuah truk Mitsubishi jenis colt diesel Nopol S 7876 UP pengangkut empon-empon dengan awak truk bernama Sudarto (42) warga Desa Bongsopotro KecamatanSaradan, Kabupaten Madiun dan Junianto (44) warga Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, yang sedang berhenti di bahu jalan untuk mengganti ban truk mereka.

Nahas, truk sukirman menghantam kedua awak truk empon-empon hingga tergeletak tak bernyawa. Sempat turun dan melihat korban, namun Sukiman bukannya menolong atau melapor kepada petugas tol, ia justru langsung memacu gas truk nya melarikan diri ke arah Sidoarjo.

“Korban ini turun dari truk untuk mengecek ban, kemungkinan akan mengganti ban, karena di belakang truk juga sudah ada ban serep yang disiapkan,” lanjut Anton.

Polisi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun, bergerak cepat menangkap pelaku tabrak lari. Dari kamera CCTV exit tol Nganjuk, tertangkap gambar truk yang keluar tanpa dilengkapi spion kiri, menuju ke arah Sidoarjo. Untuk menghilangkan bukti dengan mengganti spion sebelah kiri dengan yang baru.

Pelaku tabrak lari diapit polisi Satlantas Polres Madiun

“Setelah koordinasi dengan Satlantas Sidoarjo, mendapatkan petunjuk bahwa kendaraan tersebut milik salah satu perusahaan dan mengamankan diri depo perusahaan tersebut yang berada di Krian, Sidoarjo,” terang Anton.

Menurut Anton, awalnya pelaku tidak mengaku telah menabrak orang hingga tewas, namun hanya menyerempet saja. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku mengetahui korbannya tergeletak usai tertabrak truknya.

“Awalnya menurut pengakuan dia tidak merasa nabrak orang merasa tidak nyaman makanya spion diganti yang baru, disangkakan dua pasa karena kelalaian yang dilakukan oleh pengemudi dan sempat turun mengetahui ada korban tapi tidak melakukan pertolongan justru melarikan diri,” ungkapnya.

Pelaku disangkakan Pasal 310 ayat (4) UURI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan di ancam pidana kurungan paling lama 6 tahun dan atau denda Rp 12 Juta pasal 312 UU-RI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang berbunyi di ancam pidana kurungan paling  lama 3 tahun dan atau denda Rp 75 Juta

Selain itu, sanksi diberikan atas arahan Ditlantas Polda Jatim, Satlantas Polres Madiun mencabut SIM pelaku untuk seumur hidup karena dinilai tidak layak untuk berkendara di jalan raya. (Ay)

Leave A Reply

Your email address will not be published.