Cakrawala News
Portal Berita Online

Susah Air Sejak Ramadhan, Solusi Masih Ngambang

CILACAP. JATENG. CAKRAWALA.CO – Bagi warga yang tinggal di lokasi rawan kekeringan Kabupaten Cilacap, air bersih adalah barang yang sangat berharga. Ketika musim kemarau tahun ini belum berakhir, kebutuhan air bersih semakin sulit terpenuhi. Bahkan, kondisi pahit ini sudah dialami warga dari sejak bulan puasa, awal Juni lalu.

Komariyah (64) warga Dusun Sidamulya Desa Ujungmanik mengatakan, air sumur sebagai sumber utama air bersih sudah tidak bisa terpakai. “Airnya masih keluar tapi warnanya coklat dan rasanya asin. Tak layak untuk dikonsumsi,” katanya.

Air sumur di rumahnya pun tidak bisa digunakan untuk konsumsi. Qomariyah pun harus memenuhi kebutuhan air bersih di rumahnya, terutama untuk memasak, dengan cara membeli air kepada pedagang atau tetangga. Harga yang ia beli Rp 5 ribu per jeriken.

“Air yang beli untuk masak, dan kalau cuci baju atau mandi pakai air sumur,” tutur perempuan yang berprofesi sebagai penjahit ini.

Nasib sama juga dialami Muslimah (50), yang lebih dulu kesulitan memperoleh suplai air bersih. Dia juga membeli air bersih selama kemarau panjang jika bantuan droping air bersih datangnya terlambat. “Kalau beli pun tak ada, terpaksa ngangsu ke Kubangkakung,”katanya.

Kata Muslimah, kekeringan hanya bisa teratasi apabila ada saluran PDAM hingga ke pelosok desanya. “Mungkin dengan cara ada saluran PDAM kekeringan setiap kemarau bisa todak merepotkan,” katanya.

Harapan Muslimah ternyata selama ini juga telah dipikirkan jajaran Pemkab Cilacap. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, sudah harus ada solusi permanen dalam mengatasi krisis air bersih setiap tahun di Cilacap. Salah satunya mulai tahun depan sudah diangggarjan jaringan baru saluran ke titik-titik rawan.

“Kami sudah kordinasi dengan PDAM, untuk mempeluas jaringan air ke Kawunganten, Patimuan, dan daerah lainnya untuk bisa dibantu pipanisasi perluasan jaringan air bersih,” katanya.

Kata Tri Komara, hanya empat wilayah kecamatan yang saat ini aman ketika krisis air bersih akibat kemaru panjang. “Artinya, sebanyak 20 wilayah kecamatan harua didroping karena masuk kategori krisis air bersih,” ungkapnya. (Reni Tania /cakrawala.co)

%d bloggers like this: