Cakrawala News
Portal Berita Online

Surya Paloh Terima Gelar Doktor HC dari UB Malang, Ketua NasDem Kota Blitar Sampaikan Selamat

0 195

MALANG CAKRAWALA.CO – Ketua Umum Partai NasDem Surya Dharma Paloh (Surya Paloh) menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Brawijaya (UB), Senin (25/7/2022).

Dalam kesempatan ini, Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah Promovendus di Gedung Samantha Krida UB Malang. Ia menolak keras eksploitasi politik identitas dalam Pemilu.

Di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan, Surya Paloh mengkritik realitas politik yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan. Menurutnya, saat ini masih terjadi persoalan polarisasi sosial dan kebencian yang merupakan dampak dari kontestasi politik yang menggunakan eksploitasi politik identitas di berbagai lapisannya.

“Pemilu tidak lagi menjadi ruang bagi terlaksananya sirkulasi kekuasaan yang demokratis, melainkan ruang adu siasat dan kelicikan berkompetisi. Alih-alih menjadi ruang pendidikan politik, pemilu hanya menjadi ruang perselisihan dan konflik,” kata Surya Paloh.

Lanjut dia, pemilu bukan lagi bagian dari upaya mencari solusi atas masalah-masalah bangsa akan tetapi malah menjadi problem baru bagi negara.

Ketum Partai NasDem ini menyadari bahwa Pemilu merupakan keharusan sebagai wujud dari praktik demokrasi elektoral. Semua pihak mufakat bahwa Pemilu adalah satu-satunya instrumen peralihan kekuasaan yang sah dalam sistem negara demokrasi.

“Dalam satu dasawarsa terakhir ini terlihat proses politik yang rawan menimbulkan kerusakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada yang kebablasan dalam praktik politik kekuasaan hari ini. Semua pihak seperti merasa sah melakukan segala cara untuk memenangkan ruang kontestasi itu, salah satunya dengan menggunakan politik identitas,” ujar dia.

Surya Paloh menyebut, politik identitas memang sesungguhnya tidaklah selalu negatif. Dalam sejarahnya, politik identitas lahir dari perjuangan melawan diskriminasi dan ketidakadilan.

“Pengalaman dua Pilpres terakhir hendaknya cukup menjadi pelajaran bahwa kompetisi dalam pemilu bukanlah segalanya,” ucapnya.

“Terlalu mahal pertaruhan yang dilakukan jika hanya untuk berkuasa lima hingga sepuluh tahun, kita mengorbankan sesuatu yang lebih besar, yakni bangunan kebangsaan yang telah berdiri hampir satu abad ini. Bagi saya pribadi, lebih baik tidak ada pemilu jika itu hanya memberikan konsekuensi pada perpecahan bangsa ini,” sambung Surya Paloh.

Ia berpendapat, meski terdengar klise, politik kebangsaan diharapkan menjadi pilar yang bisa menjadi pegangan bersama.

“Politik Kebangsaan adalah garis politik yang mestinya bisa menjadi komitmen semua partai politik. Di atas politik kontestasi ada politik kebangsaan yakni politik yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kami sebagai kelompok politik,” ujarnya.

“Tak ada satu partai atau kelompok mana pun yang berniat membelah kembali kohesivitas sosial yang mulai tumbuh kembali ini dengan narasi-narasi kebencian sebagaimana dua pemilu terdahulu,” tandas Surya Paloh.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Blitar Ferry Panese bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Pada kesempatan yang baik ini, Ketua DPD Partai NasDem Kota Blitar, Ferry Panese menyampaikan selamat atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan oleh UB Malang kepada Ketum Surya Paloh.

“Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Ketum kami terasa spesial karena ini adalah penganugerahan yang pertama diberikan oleh Fakultas FISIP UB,” kata Ferry yang juga sempat kuliah di universitas tersebut.

Kedatangannya bersama sekitar 50 pengurus NasDem Kota Blitar itu memang untuk mendengarkan langsung pidato ilmiah yang disampaikan Surya Paloh.

“Semoga yang disampaikan Ketum ini bisa membangkitkan semangat kakak-kakak pengurus Kota Blitar. Bahwa politik itu harus dilakukan dengan suka cita,” pungkas Ferry.

Untuk diketahui, Surya Paloh menerima gelar doktor bidang sosiologi politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Dalam acara pengukuhan gelar baru akademis Surya Paloh itu, tampak Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Hadir pula sejumlah pejabat pemerintahan yang juga politikus NasDem yaitu Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serta sejumlah undangan lainnya, diantaranya Walikota Malang Mochamad Anton. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.