Cakrawala News
Portal Berita Online

Survei DCI Indeks Kesopanan Netizen Indonesia Buruk

0 16

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Berdasarkan survei indeks kesopanan dunia di media Sosial, orang Indonesia memiliki tingkat kesopanan yang paling buruk. Rendahnya tingkat kesopanan netizen Indonesia di media sosial didominasi pengguna internet dari kalangan orang dewasa.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi I DPR Sukamta ketika mengisi webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), ‘Etika Digital: Regulasi dan Tantangan Demokrasi’ pada Sabtu (30/7).

“Awalnya media sosial dihadirkan dengan desain bisnisnya mensukseskan konflik yang diciptakan antar pengguna. Namun sekarang, konflik itu tidak lagi dipicu media social, namun oleh pengguna yang menjadikan media sosial sebagai ajang konflik dunia nyata,” ungkap Sukamta salah satu narasumber dalam Webinar tersebut.

Satu pemandangan yang sangat ironis. Di dunia nyata orang Indonesia dikenal ramah, suka menolong, mudah bergaul dan bekerjasama. Namun di dunia media sosial, pengguna internet Indonesia dikenal buruk dalam kesopanan bermedia sosial.

“Dalam Survey Digital Civility Indek (DCI) indeks kesopanan orang Indonesia di 2020 naik 8 poin dibanding tahun sebelumnya menjadi 76 poin. Ini menempatkan Indonesia menjadi negara yang paling tidak sopan di dunia pada tahun 2020. Keburukan tingkat kesopanan orang Indonesia mengungguli pengguna internet dari tiga negara Mexico, Rusia dan Afrika Selatan,” terang Sukamta.

berdasarkan indeks survey DCI ketidak sopanan di media sosial di Indonesia paling banyak dilakukan orang dewasa yang menyumbang sebesar 83 persen dari total pengguna internet atau naik 16 persen dari tahun sebelumnya.

” Sementara kontribusi pengguna kategori remaja, dalam survey DCI sejak 2019 tidak mengalami kenaikan atau di posisi 63 persen,” ujarnya.

Resiko kesopanan digital Indonesia menurut Sukamta paling besar dipengaruhi hoax dan penipuan yang naik 13 poin menjadi 47 persen. Resiko ujaran kebencian naik dari lima poin menjadi 27 persen. Sedangkan resiko diskriminasi turun dua poin menjadi 13 persen.

“ Yang memprihatinkan netizen Indonesia dikenal berani melakukan berbagai tindakan yang tidak berani dilakukan di dunia nyata dengan menyembunyikan identitasnya. Karena jangkauan internet lebih luas, maka dampak yang dihasilkan akan lebih besar dan berbahaya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan buruknya tingkat kesopanan netizen Indonesia di media sosial ini dipicu rendahnya tingkat literasi digital.

“Dari skala lima, indeks literasi digital pengguna internet Indonesia berada di poin 3,49. Jelas Angka ini belum menempatkan Indonesia dalam kategori baik,” pungkas Semuel Abrijani. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.