Cakrawala News
Portal Berita Online

Surabaya PPKM Level 1, Begini Warga RMB Menyelenggarakan Hajatan Pernikahan

0 203

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Kota Surabaya berstatus PPKM Level 1. Warga Kota Surabaya mulai sedikit ada kelonggaran dalam menyelenggarakan hajatan pernikahan.

Seperti hajatan pernikahan yang diselenggarakan oleh Roy Mandala Yoedha, warga Perumahan Rungkut Mapan Barat (RMB) Kelurahan Rungkut Kecamatan Gununganyar Kota Surabaya, Sabtu (18/9/2021).

Roy menyelenggarakan hajatan pernikahan putranya, Rhaka Pinandhika, SE yang mempersunting Dinar Rainisha Retnowuri, S.Psi. di Hotel Novotel Samator Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk No.26-28, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pada hajatan tersebut Roy mengundang 100 orang sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2021.

Menurut Inmendagri 41/202, kegiatan hajatan untuk PPKM Level 1 wilayah zona hijau, undangan paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sebab itu, Roy membagi undangan dalam 2 waktu yang berurutan, waktu rombongan pertama untuk 50 orang undangan dan sisanya untuk waktu rombongan kedua.

“Alhamdulillah, Surabaya telah berstatus PPKM Level 1, sehingga kami ada sedikit kelonggaran untuk menyelenggarakan hajatan pernikahan putra kami. Walaupun demikian, kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hanya mengundang 100 orang saja. Itupun kami bagi dalam 2 waktu yang berurutan, masing-masing untuk 50 orang undangan,” jelas Roy Mandala Yoedha.

Semua hajatan pernikahan dilalui dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh tamu undangan wajib menunjukkan kartu vaksin melalui scan barcode pedulilindungi yang disediakan pihak hotel.

“Kami juga mewajibkan kepada tamu undangan agar membawa bukti vaksin melalui barcode pedulilindungi, agar semuanya sama-sama saling menjaga prokes,” tegas pria yang pernah menjadi humas RW-08 Perumahan Rungkut Mapan Barat Tahun 2015 – 2019 itu.

Hajatan dimulai dengan acara akad nikah dengan khutbah nikah oleh Ustadz Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Selanjutnya, dilanjut dengan acara panggih pengantin dengan adat Yogyakarta. Dan diakhiri dengan acara syukuran keluarga.

Sementara mempelai pria Rhaka Pinandhika, SE mengaku senang dan haru bisa melangsungkan akad nikah. Sebab, rencana pernikahan tersebut sempat tertunda satu tahun yang lalu, karena kondisi kota Surabaya yang sedang PPKM.

“Alhamdulillah, akhirnya acara pernikahan ini bisa berlangsung meski dalam situasi PPKM level 1. Acara pernikahan ini sudah terjadwal satu tahun yang lalu, karena kondisi PPKM maka kita tunda sesuai himbauan pemerintah,” kata Rhaka saat diwawancari usai akad nikah.

Rhaka berharap, setelah Surabaya masuk PPKM level 1, masyarakat bisa melaksanakan hajatan sesuai prokes yang ada. Sehingga perekonomian kota Surabaya dapat segera pulih dan hidup kembali normal.

“Saya berharap, level 1 ini bisa membawa situasi baik untuk kota Surabaya. Terutama bagi masyarakat semua kembali hidup normal dan perekonomian bisa kembali pulih,” tandasnya. (Gibran)

Leave A Reply

Your email address will not be published.