Cakrawala News
Portal Berita Online

Sudin KUKMP Jakpus Harus Punya Kajian, Wawalkot Jakpus: ‘Masa Relokasi Ratusan Pedagang Lokbin Abdul Gani di Badan Jalan’

0 15
Tampak Dalam Gambar. Lokasi Binaan (Lokbin) Abdul Gani, Jalan Galur Jaya Semrawut dan Kumuh

 

JAKARTA, CAKRAWALA.CO- Soal proyek pembangunan rehab sederhana Lokasi Binaan (Lokbin) Abdul Gani, Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat menjadi sorotan Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi.

Pasalnya, orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakpus sudah mengingatkan sebelumnya Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakpus harus punya kajian dalam melakukan pembangunan Lokbin Abdul Gani.

ads bukopin

“Sudin KUKMP Jakpus harus punya kajian. Seperti mencari tempat sementara untuk relokasi pedagang dan berkoordinasi dengan Sudin Perhubungan untuk rekayasa Lalin dan Camat dan Lurah setempat,” tegas Irwandi, Sabtu (05/10/2019) sore.

Terlebih kata Irwandi, jumlah pedagang di sana ada ratusan pedagang yang harus dipikirkan nasib nya.

“Kalau belum ada tempat, jangan dibongkar dulu Lokbin Abdul Gani. Masa iya relokasi di badan jalan. Apa iya tidak ada tempat relokasi untuk pedagang tersebut. Harusnya Sudin KUKMP Jakpus punya kajian dong,” jelas Irwandi.

Menurutnya, jika ratusan pedagang Lokbin ditempatkan di jalan sama saja menyengsarakan warga masyarakat sebagai pengguna jalan. “Hari Senin saya akan tinjau lokasi Lokbin Abdul Gani itu,” tandasnya.

Sementara, hari ini pertemuan pembahasan relokasi ratusan pedagang Lokasi Binaan (Lokbin) Abdul Gani, dilanjutkan di aula lantai II kantor Kecamatan Johar Baru, Jalan Percetakan Negara II, tadi siang. Pertemuan tersebut dipimpin Camat Johar Baru, Hj. Nurhelmi Safitri.

Sekretaris Camat, Djaharudin membenarkan, pihak Kecamatan Johar Baru tadi siang hanya memfasilitasi saja pertemuan para pedagang dan Sudin KUKMP Jakpus membahas relokasi pedagang. Adapun hasilnya di tempatkan di badan Jalan. Namun pada hari Senin mendatang masih ada pertemuan dengan pengurus RT/RW di dua kelurahan antara Galur dan Kampung Rawa.

“Rencana relokasi pedagang ada di dua titik alternatif antara lain, Jalan Galur Jaya (perempatan pasar gembrong mengarah ke Masjid Nur Aini dan Jalan Rawa Sawah II. Sedangkan, alternatif ke dua Jalan Galur Jaya dan Jalan Rawa Selatan I,” ucapnya.

Sedangkan, para pedagang nanti menyiapkan sendiri sarana dan prasarana mereka. Untuk ukuran masing-masing pedagang sekitar 1 meter X 1 meter dengan bermacam jenis pedagang.

“Sesuai data dari Sudin KUKMP Jakpus, total nya ada 380 pedagang yang akan menggelar dagangannya dari pukul 04.00 Wib pagi hingga pukul 12.00 Wib siang,” paparnya.

Sekedar diketahui, relokasi ratusan pedagang jika ditampung di badan jalan akan menuai masalah baru. Selain memicu kemacetan lalin dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang melintas karena jalan di tutup.

“Penampungan relokasi ratusan pedagang Lokbin di badan jalan sangat tidak tepat karena menimbulkan masalah baru. Jalan tersebut tidak ditutup saja macet dan semrawut. Apalagi jadi tempat penampungan relokasi ratusan pedagang. Bagaimana sih Sudin KUKMP Jakpus, seharusnya mereka punya konsep,” ucap Basnur (49) warga Kampung Rawa.

Ia menambahkan, seharusnya relokasi penampungan pedagang Lokbin Abdul Gani tidak ditempatkan di badan jalan karena menimbulkan persoalan baru.

“Halaman parkir Gedung Promosi Ikan Hias Johar Baru merupakan aset Dinas KUKMP Provinsi DKI Jakarta. Di sana kosong kenapa tidak dialihkan penampungan di sana. Lebih aman karena tidak mengganggu lalu lintas,” paparnya. (Is)

Leave A Reply

Your email address will not be published.