Cakrawala News
Portal Berita Online

Sudah Bayar Lunas Sertifikat Belum Jadi, Puluhan User Gugat Developer

0 109

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Merasa ditipu sebanyak 27 user perumahan Citra Garden dan perumahan Premium Regency menggugat PT Shufa Tata Graha dan PT Grasindo selaku developer perumahan tersebut di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu 3 Juni 2020. Para penggugat yang sebagian sudah membayar lunas unit perumahan tersebut menganggap jika pihak developer ingkar janji kepada warga pemilik unit rumah.

“Ada klien saya yang sudah bayar lunas, setelah di tanya sertifikat rumahnya ke pihak devloper ternyata hingga saat ini sertifikat tidak diberikan dan hanya janji saja,” kata Ahmad Ulul Albab selaku Penasehat Hukum (PH) 27 user perumahan Gitra Garden dan perumahan Premium Regency, saat dikonfirmasi awak media.

Ulul memaparkan jika ada user yang sudah akat kredit ke Bank Muamalat Cabang Sidoarjo bahkan hingga saat ini masih terus membayar cicilan atau kredit rumahnya ke Bank setiap bulanya tetapi status rumahnya belum ada sertifikatnya dan masih berstatus SK Gubernur Jatim.

ads bukopin

“Klien saya yang tinggal di blok C1 dan D2 status tanahnya belum ditingkatkan masih berstatus tanah dengan SK Gubernur Jatim, belum ada peningkatan status SHGB dan di pecah. Padahal seharusnya udah dipecah, ini sudah terjadi sejak tahun 2013 hingga saat ini 7 tahun, tapi klien saya hingga saat ini belum mengetahui status tanah mereka seperti apa, hanya janji saja,” paparnya.

Ulul menjelaskan jika pihaknya juga mempertanyakan ijin peruntukan tanah, status ijin IMB belum keluar semua, akhirnya klien saya tidak bisa terealisasi perumahan. Padahal klien saya sudah melakukan DP dan bahkan sudah lakukan inhose ke pihak PT Shufa maupun PT Pas.

Rumah hingga saat ini masih di tinggali user, karena warga menunggu realisasi KPR, jika ada realisasi KPR maka konsumen akan siap membayar angsuran, yang penting peningkatan hak atas tanah klien saya ini jelas.

“Jika di hitung kerugian 27 klien saya ya Rp. 3 sampai 4 Miliar atas kasus ini,” jelasnya

Lebih jauh Ulul menegaskan jika hingga saat ini belum ada pemecahan sertifikat dari pihak developer ke para user, sehingga permasalahan ini yang membuat klien saya melakukan gugatan ini. Tak hanya itu ada permasalahan batas tanah antara PT Shufa Tata Graha dan PT Grasindo juga di perumahan tersebut.

“Kami harap klien kami yang menjadi korban deploper ini mendapat keadilan dari Pengadilan Negeri Sidoarjo,” harapnya.

Sementara itu, Syafaruddin salah satu user yang memiliki rumah di Blok C1 no 26, premium regency mengaku jika dirinya tidak pernah telat mengasur membayar kredit ke Bank Muamalat selama 6 tahun ini.

“Saya sudah 6 tahun ini mengansur ke Bank Muamalat, dan ternyata rumah saya belum bersertifikat masih dalam bentuk SK Gubernur Jatim dan belum ditingkatkan. Padahal dulu saya sempat tanya ke Bank Muamalat katanya sertifikat saya ada, saya bingung sekarang brarti selama 6 tahun setiap bulanya saya bayar Rp. 1.2 juta ternyata rumah saya tidak bersertifikat,” sesal Udin.

Sementara itu Samsuddin dari PT Grasindo mengaku jika pihaknya sudah lakukan pertemuan dengan user untuk cari solusi, tetapi tidak ada titik temu. Terkait kasus tanah antara kami dengan PT Shufa Tata Graha juga sudah kami lakukan dan sudah ada solusi.

Terkait warga yang menggugatnya, dia menegaskan jika seharusnya permasalahan ini bisa dicarikan solusi.

“Sebenarnya warga yang menggugat ini berurusan dengan PT Shufa Tata Graha, bukan dengan kami. Dan hari ini pihak PT Shufa tidak hadir dalam persidangan tadi,” katanya.

Perlu diketahui 27 user perumahan Gitra Garden dan perumahan Premium Regency menggugat PT Shufa Tata Graha dan PT Grasindo, tak hanya itu dalam gugatanya user juga menggugat
Pradiya Yungto Rizanjaya, Bank Muamalat Cabang Surabaya, Notaris Yuni Wigiati, dan turut tergugat pula Kepala Badan Pertanahan Sidoarjo. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.