Cakrawala News
Portal Berita Online

Sudah 7 Hari Akses Tidore di Tutup, Kapolres : Masyarakat Respon Baik

0 186

TIDORE,CAKRAWALA.CO- Kapolres Tidore Kepulauan,AKBP Yohanes Jalung Siram mengapresiasi niat masyarakat tidore membantu Gugus Tugas dalam meredam penyebaran Covid-19 di daerah itu.

” Secara umum masyarakat tidore mereka sangat mendukung penerapan penutupan akses tidore mengingat naiknya angka penularan virus corona di Malut cukup signifikan” ungkap Kapolres,Rabu(20/5/2020).

Sudah 7-hari  akses masuk ke tidore di tutup,selama masa waktu penutupan masyarakat disana tertib mengikuti prosedur tetap (Protap) kesehatan dengan cara penggunaan masker, penjagaan jarak, pembatasan waktu keluar rumah hingga pada pengawasan pelabuhan dari penumpang  luar yang masih berusaha masuk ke tidore.

Pantauan Cakrawala.co segala mobiltas penduduk di tidore ditertibkan untuk mencegah kerumunan. Para pedagang angkutan umum,hingga pembatasan aktifitas warga di kontrol . Meski penanganan yang dilakukan  Gugus Tugas Covid-19 tidore  bukan pada Pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) namun tekad  Pemerintah daerah dan masyarakat tidore bisa membuat tingkat penyebaran corona dapat turun.

” Masyarakat di tidore memahami betul kebijakan yang diambil sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus.

Dengan adanya pemberlakukan ini aktifitas masyarakat di tempat umum dimulai jam 7 pagi hingga jam 9 malam dikontrol ,” kata mantan Danyon B Pelopor Sat-Brimob Polda Malut itu.

Kapolres mengaku, sebelumnya edaran penutupan itu tidak diterima sebagian masyarakat tingkat bawah,namun dengan intensnya sosialisasi akhirnya mereka pun paham dan mengikuti edaran yang ditetapkan sekaligus mereka menjadi garda terdepan dalam penanganam Covid-19.

Wakil Walikota Tidore, Muhammad Senen menjelaskan,penutupan wilayah parsial dari dan ke tidore hingga tanggal 27 Mei mendatang itu sekaligus pelacakan tracking virus terhadap kelompok masyarakat dan para pedagang berpotensi terjangkit.

” Kami sudah menyiapkan bantuan sosial untuk masyarakat menyangkut daya tahan hidup mereka selama masa penutupan sementara mereka akan diminta untuk menjalani Rapid Test secara massal ,” ungkap Wawali.

Penutupan akses Kota Tidore diharapkan diikuti tetangganya Kota Ternate, sebab dua pulau itu merupakan daerah yang berkaitan satu sama lain menyangkut mobilitas penduduk.

” Ternate merupakan pintu masuk ke Maluku Utara sehingga penyebaran virus ke-10 Kabupaten/Kota sangatlah cepat. Penutupan di ternate itu dapat dilakukan dengan melihat perkembangan tren peningkatan pasien positif disana,” harap Wawali Tidore.***(IVN/ID)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
1
+1
1
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: