Cakrawala News
Portal Berita Online

Subhanalloh…Anggota Polisi Ini Gratiskan Oksigen Bagi Warga Tidak Mampu

0 1.272

BOGOR JAWA BARAT CAKRAWALA.CO -; Distributor oksigen medis yang melayani kebutuhan sejumlah rumah sakit di Kota Bogor Jawa Barat dan sekitarnya butuh keahlian  khusus disertai hati nurani, mengingat disaat gas oksigen langka seperti saat ini, dibutuhkan rasa kemanusiaan tinggi bukan hanya mengedepankan bisnis semata yang mencari keuntungan dalam kesempitan. 

Itu dilakuka oleh toko Distributor Oksigen Al Royan yang berada di Kebon Pedes, Tanah Sareal Kota Bogor Jawa Barat. Sejak dua pekan terakhir distributor oksigen yang menyuplai kebutuhan  hampir seluruh rumah sakit ini kewalahan melayani permintaan Rumah sakit dan perorangan akibat pasien COVID-19 yang jumlahnya terus meningkat. 

“Ini kan milik orang tua saya sejak tahun 1970an awalnya untuk gas industri dan berkembang ke medis. Perhari ini filling station sudah mulai terisi liquid kelangkaan sudah mulai berkurang tidak seperti minggu kemarin, jadi sudah mulai  terisi dan sudah mulai bisa dijual didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan,” kata pemilik distributor Medical Oxygen Al Royan, Arif Rahman ditemui di Jalan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor 

Namun disaat krisis seperti ini distributor oksigen yang kini dikelola oleh Airf Rahman ini tidak menaikan harga terlalu tinggi dibandingkan diatributor lain.  Jika distributor lain di Bogor menjual antara Rp 55 ribu rupiah sampai Rp 70 ribu rupiah untuk ukuran satu kubik, Arif menjualnya dengan harga Rp 40 ribu rupiah jauh dibawah distributor lainya. Bahkan bagi warga yang tidak mampu ia memberikannya secara gratis tanpa harus membayar. 

“Untuk harga di sini kita tidak signifikan karena kan ini menyangkut masalah untuk masyarakat yang menbutukan untuk pernafasan,karena tabung-tabung yang satu meter kubik itu kalau dijual dengan harga dua kali sampai tiga kali lipat itu menurut kami tidak manusiawi, karena ini menyangkut nyawa dan kesehatan manusia,” katanya.

Arif mengaku alasannya adalah kemanusiaan, ia menilai kondisi seperti ini tak mau membebani masyarakat yang sedang kelangkaan tabung gas oksigen akibat lonjakan COVID-19 di Kota Bogor.

“Karena tabung yang satu meter kubik itu dinaikan sampai berkali-kali lipat itu bagaimana masyarakat yang membutuhkannya tiga sampai empat kali pengisian sehari. Bisa membutuhkan dana 300  ribu perhari,itu menurut kami enggak wajar. Makannya kami berusaha untuk tabung-tabung tetap terisi dan harga tetap stabil,” ungkap Arif.

Di tengah kelangkaan tabung, Arif meminjamkan beberapa aset tabung kecil milik tokonya kepada warga yang sangat membutukan.

“Ini kan terkait tabung, tabung ini kan sedang langka kemarin kelangkaan liquid oksigen, sedangkan tabung di tempat kami masih belum bisa beli, enggak bisa jual kita, makannya tadi kami menyiapkan tabung untuk ke rumah sakit, dan keluarga kami memutuskan untuk meminjamkan kepada yang tidak mampu yang membutuhkan, karena membutuhkan sekali, cari tabung sana sini tidak dapat, kita perlu hati nurani,” ungkapnya.

Pria yang disapa Aries ini ternyata adalah anggota Kepolisian Resor Bogor berpangkat Bripka yang bertugas sebagai penyidik di Satuan  Narkoba. Selepas lulus Sarjana Hukum di UIKA ia mendaftar menjadi angkota Kepolisian dan diterima di secaba polri yang lulus berpangkat bripda. 

Saat di Kepolisian ia juga mampu menyelesaikan jenjang strata dua magister hukum di Universutas Djuanda Bogor, pria yang murah senyum ini pun tak nampak seperti anggota polisi, tak segan bila ada pelanggan ia sendiri yang langsung melayani tanpa melihat latar belakang si pembeli. *Jurnalis 

( Abizar / Cakrawala.co  )

Leave A Reply

Your email address will not be published.